Berbagai Kemudahan Kredit Perumahan Mirip Dengan KUR

Isi Konten:

 

  • Berbagai Kemudahan Kredit Program Perumahan
  • Penyaluran Tahap Awal Rp2 Triliun

 

Bacaan Lainnya

 

Berbagai Kemudahan Kredit Perumahan Mirip Dengan KUR

 

 

OBROLANBISNIS.com — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) berambisi memimpin penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) sejalan dengan bergulirnya Program 3 Juta Rumah.

Berbagai Kemudahan Kredit Program Perumahan

Direktur Bank Tabungan Negara Nixon L. P. Napitupulu menyebut bahwa kehadiran KPP mendorong penyaluran pembiayaan yang pada akhirnya mendukung capaian Program 3 Juta Rumah.

Sebagai bank BUMN yang menggarap sektor kredit pemilikan rumah (KPR), BBTN pun ingin memanfaatkan momentum tersebut.

“BTN menargetkan menjadi penyalur terbesar program KPP yang baru diluncurkan pemerintah,” katanya di Surabaya, seperti dikutip dari Antara, Rabu (22/10/2025).

Untuk mencapai target tersebut, Nixon telah membangun ekosistem pembiayaan perumahan lengkap dari hulu ke hilir yang memberikan berbagai kemudahan bagi para debitur.

Terlebih, kata dia, skema KPP tersebut mirip dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang memiliki bunga khusus, penjaminan, dan proses mudah.

Dari sisi pasokan, dia menyebut para pengembang bisa mengajukan kredit hingga Rp5 miliar per debitur.

Debitur segmen ini pun bisa memperpanjang penyaluran kredit dengan plafon total Rp20 miliar. Kemudian, dari sisi permintaan, KPP dapat mencapai Rp500 juta per debitur.

Pinjaman ini bisa digunakan untuk membeli, merenovasi rumah, atau membangun ruko hingga kos-kosan. Nixon menilai limit yang lebih besar dan proses yang sederhana membuat masyarakat makin mudah membeli rumah sekaligus menjalankan usaha.

“Dengan bunga hanya 6% maka program ini diharapkan membantu masyarakat memiliki rumah untuk usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Nixon.

BTN juga telah mengidentifikasi 2.878 pengembang rumah, 5.442 kontraktor, dan 4.032 toko bangunan hingga pedagang rumah yang bisa mengakses KPP di BTN.

Penyaluran Tahap Awal Rp2 Triliun

Adapun, pada sisa dua bulan ini, Nixon memprediksi BTN akan menyalurkan KPP pada tahap awal sekitar Rp2 triliun. Nilai ini, katanya, bakal terus bertambah.

“Penyaluran KPP juga tentunya akan meningkatkan permodalan sehingga menambah kecepatan developer membangun rumah,” ujarnya dalam laman Bisnis.com

Sebagai informasi, pemerintah mengalokasikan total anggaran senilai Rp130 triliun untuk KPP yang penyalurannya terbagi menjadi dua yakni sebanyak Rp113 triliun untuk sisi pasokan dan Rp17 triliun pada sisi permintaan. Anggaran tersebut ditargetkan bisa membangun 320.000 rumah.

 

(Bc/May)

 

Pos terkait