Tambang Emas Martabe Sabet Dua Penghargaan Subroto 2025

Program Bagas Silua merupakan bagian dari pilar kemandirian ekonomi dalam strategi PPM PT Agincourt Resources (PTAR).
Isi Konten
  • Tambang Emas Martabe Sabet Dua Penghargaan Subroto 2025
  • Program Bagas Silua, Strategi PPM PTAR
  • Menikmati Kuliner Khas Batang Toru di Bagas Silau
  • Produk Bagas Silau Dipasarkan di 32 UMKM Mitra Binaan PTAR

follow-on-google-news
Tambang Emas Martabe Sabet Dua Penghargaan Subroto 2025

OBROLANBISNIS.com — PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, kembali mencatat prestasi gemilang dengan menyabet dua Penghargaan Subroto 2025 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Penghargaan tersebut meliputi kategori Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Mineral Terinovatif melalui program unggulan Pilar Kemandirian Ekonomi: Peran Bagas Silua Mendorong UMKM Naik Kelas, serta penghargaan di bidang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Mineral.

REKOMENDASI: Pemerintah Langsung Kawal Distirbusi Penjualan Pupuk Bersubsidi Diskon 20% 

Dua penghargaan diserahkan langsung oleh Kementerian ESDM kepada Wakil Presiden Direktur PTAR, Ruli Tanio, di acara puncak Penghargaan Subroto di Jakarta, Jumat, 24 Oktober 2025.

Ruli Tanio mengatakan, penghargaan itu merupakan pengakuan atas komitmen perusahaan dalam menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat lingkar tambang.

Penghargaan tersebut sekaligus merepresentasikan kontribusi perusahaan terhadap tata kelola pertambangan yang baik dan kepatuhan terhadap regulasi fiskal sektor ESDM.

“Selain dirancang sebagai tempat menjual produk UMKM binaan, Bagas Silua kami bangun sebagai ekosistem ekonomi lokal untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kami ingin memastikan masyarakat di Batang Toru dan sekitarnya memiliki kesempatan untuk tumbuh bersama kami dan tetap mandiri hingga tambang tidak lagi beroperasi,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

REKOMENDASI: Ribuan Koin Emas dan Perak Bersejarah di Museum Perancis di Curi


Program Bagas Silua, Strategi PPM PTAR


Program Bagas Silua merupakan bagian dari pilar kemandirian ekonomi dalam strategi PPM PT Agincourt Resources (PTAR).

Melalui peningkatan kapasitas, akses pasar, dan inovasi produk, PTAR berupaya menciptakan model bisnis komunitas yang berkelanjutan serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-8, yaitu pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan yang layak.


Menikmati Kuliner Khas Batang Toru di Bagas Silau


Senior Manager Community PT AR, Christine Pepah, mengatakan, Bagas Silua yang berarti “Rumah Oleh-Oleh” dalam bahasa lokal merupakan inisiatif PTAR yang berfokus pada pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Batang Toru dan Muara Batang Toru, Tapanuli Selatan.

REKOMENDASI: Pemerintah Memberikan Pengecualian Sanksi Pidana Bagi Masyarakat di Kawasan Hutan

Lokasinya sangat strategis, terletak di jalur lintas Provinsi Sumatra Utara, dekat dengan area operasi Tambang Emas Martabe.

“Kami ingin Bagas Silua menjadi tempat yang nyaman bagi siapa pun untuk menikmati kuliner khas Batang Toru sambil mendukung UMKM lokal. Kami akan terus memberikan pendampingan dan dukungan kepada para pelaku UMKM agar produk mereka semakin berkualitas dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.


Produk Bagas Silau Dipasarkan di 32 UMKM Mitra Binaan PTAR


Diluncurkan pada September 2024, hingga kini, 32 UMKM mitra binaan PTAR telah memasarkan produknya di Bagas Silua.

REKOMENDASI: Tenor Utang Kereta Api Cepat Whoosh RI ke China Sampai 60 Tahun

Ragam produknya mencakup kuliner khas seperti keripik talas, pisang sale, keripik semangka, dan akar kelapa ungu, hingga produk fashion lokal seperti Batik Tapanuli Selatan dan kain ecoprint.

Seluruh produk Bagas Silua juga dapat diakses dengan mudah melalui situs bagassilua.id serta akun resminya di media sosial Instagram.

Selain itu, galeri itu menyediakan jasa sablon dan pembuatan kemasan modern untuk membantu pelaku usaha meningkatkan daya saing produk mereka. Dalam sebulan, puluhan produk berhasil terjual dengan total transaksi hingga puluhan juta Rupiah. ***

[ina/OB3]

follow-on-google-news

Pos terkait