Investor Emas Dunia Menanti Sinyal Pemangkasan Suku Bunga Bank Sentral Amerika

Isi Konten
  • Investor Emas Dunia Menanti Sinyal Pemangkasan Suku Bunga Bank Sentral Amerika
  • Menanti Pertemuan Kebijakan The Federal Reserve
  • Investor Memantau Laporan Ketenagakerjaan ADP
  • Suku Bunga Rendah Menguntungkan Emas
  • Harga Perak Melesat Mencapai Rekor Tertinggi ATH

follow-on-google-news
Investor Emas Dunia Menanti Sinyal Pemangkasan Suku Bunga Bank Sentral Amerika

OBROLANBISNIS.com — Harga emas dunia akhirnya melemah usai penguatan selama dua hari beruntun. Investor emas dunia mulai melakukan aksi taking profit usai harga emas mencapai level US$4.200 per troy ons.

Akan tetapi, investor masih memantau sinyal pemangkasan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed).

REKOMENDASI: Ramalan Emas di Ujung Tahun 2025 : Meroket Atau Menungkik?

Pada perdagangan sebelumnya di hari Selasa, 2 Desembet 2025, harga emas dunia turun 0,60% di level US$4.207,14 per troy ons. Penurunan tersebut mematahkan kenaikan harga emas selama dua hari beruntun.

Pada perdagangan hari ini, Rabu 3 Desember 2025, harga emas dunia di pasar spot menguat kisaran 0,05% di posisi US$4.209,22 per troy ons.

Bacaan Lainnya


Menanti Pertemuan Kebijakan The Federal Reserve


Harga emas turun, karena investor mengambil untung setelah mencapai level tertinggi enam minggu di sesi sebelumnya, sementara mereka menunggu data ekonomi utama AS menjelang pertemuan kebijakan The Federal Reserve pada minggu depan.

REKOMENDASI: Mau Lulus Interview Kerja? Coba Dengan Galaxy S25 FE

“Ini mungkin hanya sedikit aksi ambil untung, fokus terbesar pasar akhir-akhir ini adalah ekspektasi pemangkasan suku bunga dan ekspektasi tersebut masih cukup stabil,” ujar Peter Grant, wakil presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals.

“Kita berada dalam pola kelanjutan yang pada akhirnya akan mengarah pada kenaikan harga dan saya masih menyukai harga emas US$5.000 per troy ons di awal tahun baru,” tambah Grant.


Investor Memantau Laporan Ketenagakerjaan ADP


Data terbaru yang menunjukkan pendinginan ekonomi AS secara bertahap, ditambah dengan sinyal dovish dari para pembuat kebijakan The Fed, telah memperkuat ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan bank sentral AS minggu depan, dengan para pedagang memperkirakan probabilitas 89% dari langkah tersebut.

REKOMENDASI: Trend Penjualan Membaik, Apartemen Vasaka The Reiz Condo Menjadi Primadona Hunian Premium di Kota Medan

Investor juga memantau laporan ketenagakerjaan ADP bulan November yang akan dirilis pada hari Rabu dan Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) bulan September yang tertunda, yang akan dirilis pada hari Jumat, yang merupakan pengukur inflasi pilihan The Fed.


Suku Bunga Rendah Menguntungkan Emas


Suku bunga yang lebih rendah biasanya menguntungkan emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Bank-bank sentral membeli 53 ton emas pada bulan Oktober, naik 36% secara bulanan dan merupakan permintaan bersih bulanan terbesar sejak awal tahun 2025, menurut World Gold Council.

REKOMENDASI: Ramalan Elon Musk:  Robot dan AI Memasuki Dunia Kerja, Uang Kehilangan Fungsi


Harga Perak Melesat Mencapai Rekor Tertinggi ATH


Di sisi lain, harga perak melesat mencapai rekor tertinggi sepanjang masa alias All Time High (ATH).

Harga perak (XAG) di pasar spot pada penutupan perdagangan Selasa (2/12/2025), naik 0,84% di level US$58,45 per troy ons. Kenaikan ini menjadi penguatan harga perak selama tujuh hari beruntun. Harga perak telah naik lebih dari 100% sejak awal tahun ini.

Sementara pada perdagangan hari ini 3 Desember 2025, harga perak di pasar spot melemah 0,14% di level US$58,37 per troy ons.

“Tidak ada alasan baru untuk lonjakan harga perak baru-baru ini. Namun, alasan yang sudah diketahui masih berlaku, yaitu pasokan yang ketat, yang tercermin dari rendahnya persediaan di bursa Shanghai,” menurut catatan Commerzbank. ***

[cnbc/OB3]

follow-on-google-news

Pos terkait