Isi Konten:
- Super Flu Sudah Menyebar di 80 Negara
- Rekomendasi Makanan dan Vitamin Hadapi Virus Super Flu
Lucu Tapi Patut Waspada, Setelah Virus Covid-19 Hilang, Kini Amerika Rilis Virus Varian Baru Super Flu H3N2
OBROLANBISNIS.com – Kekhawatiran masyarakat terhadap meningkatnya super flu yang disebut mudah menular dan menimbulkan gejala lebih berat, membuat banyak orang fokus menjaga sistem imun supaya terhindar penyakit.
Super Flu Sudah Menyebar di 80 Negara
Seperti diketahui, penanganan utama penyakit disebabkan virus adalah dengan memperkuat imunitas tubuh. Adapun Super flu merujuk pada influenza A(H3N2) subclade K, varian terbaru dari virus influenza.
Sebetulnya ini bukan istilah medis resmi, melainkan sebutan populer untuk menggambarkan lonjakan penularan influenza yang lebih tinggi dibandingkan musim-musim sebelumnya.
Varian super flu pertama kali diungkap oleh CDC Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan hingga kini dilaporkan telah menyebar di lebih dari 80 negara di seluruh dunia.
Karakteristik utama dari super flu adalah kemampuannya menyebar dengan sangat cepat di tengah populasi. Hal ini disebabkan oleh mutasi genetik pada virus yang membuatnya lebih efektif dalam menginfeksi sel pernapasan manusia.
Dokter Spesialis Gizi Klinis Mayapada Hospital Kuningan, Oki Yonatan Oentiono, menegaskan bahwa upaya memperkuat sistem imun tidak dapat dilakukan secara instan hanya dengan mengandalkan suplemen dosis tinggi.
“Vitamin dan mineral tidak membunuh virus secara langsung, tetapi memastikan sistem imun bekerja optimal saat terpapar virus flu,” katanya dalam laman Bisnis.com, Minggu (11/1/2026).
Menurut Oki, tidak ada satu nutrisi “ajaib” yang mampu menjadi penguat daya tahan tubuh secara cepat. Sistem imun bekerja layaknya sebuah orkestra yang memerlukan berbagai nutrisi secara seimbang, mulai dari protein, vitamin C, vitamin D, vitamin A, vitamin E, hingga zinc.
Ia menekankan pentingnya pola makan seimbang dan konsisten sebagai fondasi utama. Asupan protein seperti ikan, telur, ayam, daging tanpa lemak, tempe, dan tahu perlu dipenuhi di setiap waktu makan.
Selain itu, konsumsi sayur dan buah berwarna berperan sebagai sumber vitamin, mineral, dan fitonutrien. Lemak sehat dapat diperoleh dari ikan laut, alpukat, kacang-kacangan, serta minyak zaitun, sementara karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oat, dan umbi-umbian membantu menyediakan energi bagi sel imun.
Rekomendasi Makanan dan Vitamin Hadapi Virus Super Flu
Beberapa kombinasi makanan yang direkomendasikan antara lain ikan dengan sayur hijau dan buah sumber vitamin C, tempe atau tahu dengan sayur berwarna dan minyak sehat, serta yogurt atau kefir dengan buah untuk mendukung kesehatan mikrobiota usus.
“Kesehatan usus sangat penting karena mikrobiota usus berperan besar dalam regulasi imun,” kata Oki. Ia juga mengingatkan bahwa suplemen bukan pengganti makanan.
Suplemen sebaiknya digunakan jika asupan gizi dari makanan tidak mencukupi atau terdapat risiko defisiensi, seperti pada lansia, penderita penyakit kronik, atau individu dengan paparan sinar matahari yang minim.
Mengacu pada Angka Kecukupan Gizi (AKG) dan rekomendasi medis, kebutuhan vitamin C berkisar 75–500 mg per hari, vitamin D 800–2.000 IU per hari, dan zinc 8–20 mg per hari. Mengonsumsi suplemen dalam jumlah besar tidak selalu memberikan manfaat lebih.
Bahkan, konsumsi dosis tinggi dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan dampak negatif, seperti gangguan lambung dan risiko batu ginjal akibat kelebihan vitamin C, hiperkalsemia akibat vitamin D berlebih, serta gangguan imunitas dan defisiensi tembaga akibat kelebihan zinc.
“Di tengah maraknya isu super flu, yang paling penting adalah memperbaiki pola makan, tidur, stres, dan aktivitas fisik, baru suplemen sebagai pelengkap,” katanya.
(Bc/May)




















