Isi Konten
- Indonesia Terbuka Untuk Investasi Rumah Sakit Bagi Investor Eropa
- Ternyata Investasi RS Swasta Senilai 8,2 Triliun Rupiah
- Lima Besar Subsektor Tujuan Utama Investor

Indonesia Terbuka Untuk Investasi Rumah Sakit Bagi Investor Eropa
OBROLANBISNIS.com — Presiden RI, Prabowo Subianto menyatakan, Indonesia membuka diri bagi investor Eropa yang ingin berinvestasi Rumah Sakit.
Terutama usai meneken perjanjian multilateral, misalnya perjanjian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
REKOMENDASI: Aplikasi Tring! Mendorong Transaksi Digital Pegadaian Tumbuh Empat Kali Lipat Sepanjang 2025
“Dalam dua tahun terakhir, Indonesia telah membuka banyak sektor untuk partisipasi asing,” ujar Prabowo dalam pertemuan dengan Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa, di Gedung Europa, Brussel, Belgia Juli tahun lalu, dikutip pada Kamis, 15 Januari 2026.
“Sekarang kami membuka sektor kesehatan. Rumah sakit atau institusi medis asing diperbolehkan membuka cabang atau institusi afiliasi di Indonesia,” tegasnya.
Ternyata Investasi RS Swasta Senilai 8,2 Triliun Rupiah
Investasi rumah sakit menjadi salah satu tujuan investor menanamkan modalnya di Indonesia dengan realisasi pada tiga bulan akhir tahun lalu senilai Rp 8,2 triliun.
REKOMENDASI: Kantor Unit Pegadaian Saribu Dolok Diresmikan
Menteri Investasi dan Hilirisasi atau Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan, realisasi investasi rumah sakit swasta menjadi kontributor utama investasi di bidang jasa pada kuartal IV-2025.
“Sektor jasa kita lihat apa sih? Ternyata investasi di RS swasta Rp 8,2 triliun,” ucap Rosan saat konferensi pers realisasi investasi 2025 di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta pada Kamis, 15 Januari 2026.
Dari total realisasi investasi pada kuartal IV-2025 yang senilai Rp 496,9 triliun, sektor jasa menyumbang 8,2% dengan nilai Rp 40,5 triliun.
REKOMENDASI: 12 Aplikasi Penghasil Uang 100 Ribu Rupiah Per Hari Mau Coba!
Lima Besar Subsektor Tujuan Utama Investor
Sektor jasa menduduki posisi keempat dari lima besar subsektor yang menjadi tujuan utama investor asing dan domestik ke Indonesia pada periode akhir 2025.
Pertama ialah sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya senilai Rp 65,6 triliun dengan porsi 13,2%.
Diikuti sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi Rp 47,7 triliun dengan porsi 9,6%, dan pertambangan Rp 41,5 triliun yang porsinya 8,4%.
REKOMENDASI: Berikut Tips Mengatasi Gaji Habis Karena Pembayaran Utang
Di bawah sektor jasa yang menduduki posisi keempat, ialah industri kima dan farmasi dengan porsi 7,4% atau senilai Rp 37 triliun. Lainnya mencakup porsi 53,2%. ***
[cnbc/OB3]





















