Isi Konten
- Produksi Beras Nasional Naik 7 Kali Lipat
- Lonjakan Beras Naik 700 Persen
- Cuaca Ekstrem Tak Pengaruhi Pangan Nasional
- Tantangan Besar Sektor Pertanian Nasional

Produksi Beras Nasional Naik 7 Kali Lipat
OBROLANBISNIS.com — Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman menyatakan produksi beras nasional pada Januari 2026 melonjak tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan ini terjadi meski sejumlah wilayah dilanda cuaca ekstrem, yang dinilai tidak berdampak signifikan terhadap produksi maupun ketersediaan stok beras nasional.
REKOMENDASI: Investor IHSG Harap Tenang
Lonjakan Beras Naik 700 Persen
Amran mengatakan, lonjakan produksi tersebut tercermin dari realisasi produksi beras Januari 2026 yang meningkat hingga tujuh kali lipat dibandingkan Januari tahun sebelumnya.
“Bahkan Januari ya, komparasi tahun lalu itu hanya 14 ribu ton. Sekarang 112 ribu ton. Jadi 700% naik, baru Januari,” kata Amran saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.
Cuaca Ekstrem Tak Pengaruhi Pangan Nasional
Ia menegaskan, cuaca ekstrem yang terjadi di hampir seluruh daerah tidak mempengaruhi kondisi pangan nasional secara signifikan.
REKOMENDASI: Saham-saham Incaran Danantara di Februari 2026
Salah satu indikatornya adalah posisi stok beras nasional yang saat ini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka.
“Ya, itu (produksi padi) insya Allah tidak berpengaruh (cuaca ekstrem). Tidak berpengaruh karena stok kita sekarang nih, itu 3,3 juta ton Januari. Tidak pernah terjadi selama merdeka. Nggak pernah terjadi stok 3,34 juta ton hari ini,” ujarnya.
Tantangan Besar Sektor Pertanian Nasional
Menurut Amran, kondisi cuaca saat ini justru masih mendukung aktivitas pertanian, khususnya pada fase tanam. Tantangan terbesar bagi sektor pertanian, kata dia, justru terjadi saat fenomena El Nino yang menyebabkan kekurangan air.
REKOMENDASI: Stok Pangan Sumatera Utara Aman Hadapi Ramadan 2026
“Insya Allah. Bahkan itu bagus, cuaca itu berpengaruh. Kenapa? Tanam yang susah kalau El Nino, air susah. Atau ada yang terendam, iya,” ucap dia.
Meski demikian, Amran mengakui masih terdapat sawah yang terdampak genangan akibat cuaca ekstrem. Namun, dampaknya dinilai sangat terbatas dan tidak mempengaruhi capaian produksi secara nasional. “Tetapi, prosentasenya kecil,” pungkasnya. ***
[cnbc/OB3]





















