Isi Konten
- Studi Baru Mengungkapkan : 1.600 Gigaton Air Menghilang dari Daratan
- Perpindahan Massa Air dari Daratan ke Laut
- Perubahan Deposit Air Global Sejak Akhir Abad ke 20.
- Pergeseran Sumbu Bumi

Studi Baru Mengungkapkan : 1.600 Gigaton Air Menghilang dari Daratan
OBROLANBISNIS.com — Kehilangan air tanah ternyata berpengaruh pada rotasi Bumi, membuatnya mengalami pergeseran signifikan sejak awal 2000-an.
Studi baru mengungkap, hanya dalam dua tahun, mulai 2000 hingga 2002, lebih dari 1.600 gigaton air menghilang dari daratan.
REKOMENDASI: Saham-saham Incaran Danantara di Februari 2026
Pergeseran tersebut mengubah sumbu rotasi Bumi hingga sekitar 45 cm. Ilmuwan menyebut redistribusi massa air sebagai penyebab utama fenomena ini.
Perpindahan Massa Air dari Daratan ke Laut
Profesor Clark Wilson, ahli geofisika dari University of Texas di Austin sekaligus salah satu penulis studi, menjelaskan bahwa perpindahan massa air dari daratan ke lautan mengubah momen inersia Bumi. Hal ini menyebabkan poros putar planet ini bergeser.
“Jika Anda mengambil sejumlah besar air dari daratan dan memindahkannya ke lautan, Anda sedang mendistribusikan ulang massa di seluruh planet,” kata Wilson dikutip dari Science Focus.
“Itu akan mengubah sumbu rotasi Bumi,” imbuhnya.
REKOMENDASI: Stok Pangan Sumatera Utara Aman Hadapi Ramadan 2026
Perubahan Deposit Air Global Sejak Akhir Abad ke 20
Penelitian dipimpin oleh Prof Ki-Weon Seo dari Seoul National University, menggunakan kombinasi data radar satelit dan model kelembaban tanah untuk merekonstruksi perubahan deposit air global sejak akhir abad ke 20.
Temuan menunjukkan bahwa antara 2000 dan 2002, terjadi penurunan tajam kelembaban tanah yang berkontribusi pada kenaikan permukaan laut global sekitar 1,95 mm per tahun, jauh melampaui kontribusi dari pencairan es Greenland yang hanya sekitar 0,8 mm per tahun.
Tren pengeringan ini tidak berhenti. Dari 2003 hingga 2016, sebanyak 1.000 gigaton air tanah kembali hilang. Hingga 2021, tingkat kelembaban tanah belum kembali normal, menunjukkan pergeseran jangka panjang dalam penyimpanan air daratan.
REKOMENDASI: Persiapan Haji 2026 di Sumatera Utara : Jaga Nama Baik Sumatera Utara
Pergeseran Sumbu Bumi
Pergeseran sumbu Bumi ini bertepatan dengan wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan ekstrem, termasuk Asia Timur dan Tengah, Amerika Utara dan Selatan, serta Afrika Tengah.
Wilson menambahkan, meski pergeseran ini tampak kecil, pengukuran yang presisi sangat penting, bahkan berdampak pada keakuratan sistem GPS di seluruh dunia. Oleh sebab itu, gerak sumbu Bumi terus dipantau dengan ketelitian hingga milimeter. ***
[cnbc/OB3]





















