Pemerintah Daerah Diminta Jaga Stok Sembako Jelang Ramadan hingga Idulfitri

Pemerintah Daerah Diminta Jaga Stok Sembako Jelang Ramadan hingga Idulfitri
Isi Konten
  • Pemerintah Daerah Diminta Jaga Stok Sembako Jelang Ramadan hingga Idulfitri
  • Pemda Bisa Memanfaatkan BUMD Beli Bahan Pokok dari Petani Langsung
  • Inflasi Sumatera Utara Januari 2026 Turun
  • Perlu Komitmen Pemerintah Daerah Dalam Pengendalian Inflasi

follow-on-google-news
Pemerintah Daerah Diminta Jaga Stok Sembako Jelang Ramadan hingga Idulfitri

OBROLANBISNIS.com — Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meminta seluruh daerah di Sumut menjaga ketersediaan stok bahan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Upaya tersebut penting, agar inflasi tetap terkendali dan harga kebutuhan pokok tidak melonjak.

REKOMENDASI: Paket SIMPATI TikTok Bikin Konten Mu FYP di Tiktok

Peningkatan harga bahan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri hampir setiap tahun terjadi. Hal ini disebabkan tingginya permintaan, tidak hanya dari Sumatera Utara, tetapi juga dari provinsi lain.

“Jaga betul barang-barangnya, seluruh wilayah di Sumatera Utara sama-sama puasa, semua meningkat kebutuhan bahan pokoknya, daerah lain sering meminta supply bahan pokok dari kita, jangan sampai kita kekurangan dan harga-harga jadi naik di daerah kita sendiri,” kata Bobby Nasution pada kegiatan high level meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut di Aula Raja Inal Siregar, Jalan Diponegoro nomor 30, Medan, Jumat, 6 Februari 2026.

Bacaan Lainnya


Pemda Bisa Memanfaatkan BUMD Beli Bahan Pokok dari Petani Langsung


Bobby Nasution menyarankan salah satu upaya agar bahan pokok tidak keluar ke provinsi lain, yakni dengan memanfaatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

REKOMENDASI: Santunan Ahli Waris Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Sejumlah komoditas yang kerap menjadi penyebab inflasi di Sumatera Utara, antara lain cabai, cabai rawit, tomat, bawang merah, daging sapi, telur, dan ayam.

Menurutnya, BUMD dapat membeli langsung dari petani dengan harga yang bersaing, sehingga komoditas tersebut tidak bergerak keluar daerah.

“Perhatikan betul-betul distribusinya, saya juga minta tolong kepada Pak Kapolda dan Pak Kajati ikut memonitor ini, Pemda bisa memanfaatkan BUMD-nya, beli langsung ke petani dengan harga yang kompetitif,” kata Bobby Nasution.


Inflasi Sumatera Utara Januari 2026 Turun


Berdasarkan data per 2 Januari 2026, inflasi Sumatera Utara berada di angka 3,81 persen (yoy), menurun signifikan dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 4,66 persen (yoy).

REKOMENDASI: Gubernur Bobby Beri Waktu 6 Bulan Bagi Heru Mardiansyah Bawa Kemajuan Bank Sumut

Menurut Bobby Nasution, capaian tersebut menunjukkan kuatnya kolaborasi dalam pengendalian inflasi di Sumatera Utara.

“Akhir tahun lalu, kita di urutan keempat inflasi tertinggi, dan sekarang 3,81 persen, angka ini bukan sekadar angka, tetapi menunjukkan lebih dari itu, menunjukkan kolaborasi kuat kita menjaga inflasi, menjaga harga-harga barang tetap stabil,” katanya.


Perlu Komitmen Pemerintah Daerah Dalam Pengendalian Inflasi


Sementara itu, Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Utara Rudy Brando Hutabarat menegaskan, perlunya komitmen setiap daerah dalam pengendalian inflasi.

REKOMENDASI: Danantara Masuk ke Pasar Saham RI, Beini Pendapat Pelaku Industri 

Hal tersebut tertuang dalam enam kesepakatan road map Pengendalian Inflasi Sumatera Utara menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Keenam kesepakatan tersebut meliputi peningkatan frekuensi gerakan pasar murah, penambahan pasokan daging sapi/kerbau, serta kerja sama dengan produsen daging ayam ras dan telur.

Selain itu, juga direncanakan pengendalian kenaikan tarif administered price, early warning inflasi, serta kerja sama TPID–SPPG, agar menu Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak monoton.

“Pasar murah misalnya harus dilakukan di pasar tradisional, bukan di kantor kecamatan, kantor wali kota, karena dampaknya akan berbeda, kemudian tarif air, transportasi, distribusi juga perlu dikendalikan, jangan malah naik saat tekanan inflasi tinggi dan juga kita bersinergi dengan SPPG agar menunya tidak melulu telur, ayam, agar permintaan komoditi ini tidak meningkat,” kata Rudy Brando Hutabarat. ***

[rel/OB2]

follow-on-google-news

Pos terkait