Isi Konten:
- Peningkatan Volatilitas Pasar Global
- Pengaruhi Kenaikan Harga Biji Nikel
Proyeksi Kenaikan Harga Emas Pengaruhi Naiknya Harga Biji Nikel Dunia
OBROLANBISNIS.com — Sederet sekuritas merevisi naik proyeksi harga emas untuk periode 2026. Revisi tersebut pun menjadi salah satu katalis positif bagi prospek kinerja emiten emas PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) atau Antam.
Peningkatan Volatilitas Pasar Global
Salah satunya adalah OCBC Sekuritas yang mengerek asumsi harga emasnya menjadi US$4.600 per oz untuk periode 2026 dari sebelumnya US$4.500 per oz.
“[Revisi naik asumsi harga emas itu] yang mencerminkan peningkatan volatilitas pasar global dan permintaan aset aman di pasar ritel domestik,” jelas Devi Harjoto, analis OCBC Sekuritas, dalam risetnya, Selasa (10/2/2026).
Sejalan dengan itu, sekuritas ini memperkirakan volume penjualan emas ANTM akan pulih secara moderat, didukung oleh normalisasi pasokan secara bertahap dari Grasberg, Freeport, mulai kuartal II/2026.
Selain itu, penerapan bea ekspor yang lebih tinggi oleh pemerintah untuk penambang emas kemungkinan akan mendorong lebih banyak penjualan domestik, yang seharusnya mempersempit kesenjangan pasokan setelah gangguan saat ini dari Grasberg.
OCBC Sekuritas sendiri memperkirakan ANTM bakal mencatatkan laba yang kuat pada 2026 dengan estimasi bottom line mencapai Rp11,0 triliun. Estimasi itu didukung oleh proyeksi lonjakan pendapatan sebesar 46,2% menjadi Rp125,9 triliun yang berasal dari bisnis emas, nikel dan bauksit.
“Pertumbuhan pendapatan terutama didorong oleh lingkungan harga komoditas yang mendukung, khususnya untuk produk emas dan nikel,” tulis Devi dalam laman Bisnis.com.
Pengaruhi Kenaikan Harga Biji Nikel
Sementara itu, Maybank Sekuritas Indonesia menaikkan proyeksi harga emas menjadi US$5.000 per oz, dari sebelumnya US$3.000 per oz. Selain itu, sekuritas ini juga mengerek asumsi harga bijih nikel menjadi US$50 per ton, dari sebelumnya US$45 per ton.
Asumsi terbaru itu mendukung proyeksi pertumbuhan laba ANTM yang ditetapkan oleh Maybank Sekuritas sebesar 8,5%–22% untuk periode 2025–2027.
“Kami menaikkan perkiraan laba 2025–2027 sebesar 8,5%–22% dengan memasukkan asumsi harga emas yang ditingkatkan menjadi US$5.000 per oz (sebelumnya: US$3.000 per oz),” jelas Hasan Barakwan dan Jeffrosenberg Chenlim, analis Maybank Sekuritas Indonesia, Jumat (6/2/2026).
(BC/KDA)



















