Isi Konten
- Kontak Tani Nelayan Andalan Diajak Bantu Pemerintah Jaga Pasokan Pangan
- Juni 2026, Pertemuan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVII di Gorontalo
- Harus Mampu Pasok Komoditas Pangan di Sumatera Utara
- KTNA Sumatera Utara Melatih Ratusan Anak Muda Kelola Lahan Pertanian dan Perikanan

Kontak Tani Nelayan Andalan Diajak Bantu Pemerintah Jaga Pasokan Pangan
OBROLANBISNIS.com — Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak organisasi Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sumut untuk membantu pemerintah menjaga pasokan komoditas pangan dengan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan di dalam provinsi.
Hal tersebut disampaikan Gubernur saat menerima audiensi pengurus KTNA Sumut di ruang kerjanya, Lantai 10 Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro Medan, Selasa, 10 Februari 2026. Hadir antara lain Ketua KTNA Sumut Purnama Dewi Daulay, Sekretaris Sartono Amnas, serta jajaran pengurus lainnya.
REKOMENDASI: Program Magang ke Jepang Bagi Putra-putri Sumatera Utara
Juni 2026, Pertemuan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVII di Gorontalo
Gubernur Bobby Nasution menyambut baik rencana KTNA Sumut untuk menghadiri Pertemuan Nasional (Penas) Petani Nelayan ke-XVII di Provinsi Gorontalo pada Juni mendatang.
Termasuk dukungan terhadap kehadiran perwakilan Sumut untuk menampilkan produk unggulan pangan, hingga pemberian bantuan operasional bagi peserta yang akan berangkat.
“Tentunya kami mendukung agar bagaimana KTNA ini bisa sejalan dengan program Pemerintah Provinsi (Sumut), soal pertanian dan perikanan. Apalagi lahan kita banyak yang potensial untuk bisa dikembangkan sebagai lahan pertanian, namun belum dikelola,” sebut Gubernur, didampingi Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Suprianto, Kepala Bapeg Sutan Tolang Lubis, serta perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Unggul Sitanggang.
REKOMENDASI: Pegadaian Bantu Alat Kesehatan Puskesmas Jambur Lak Lak Ketambe – Aceh Tenggara
Harus Mampu Pasok Komoditas Pangan di Sumatera Utara
Namun, menurut Gubernur Bobby Nasution, pembahasan penting lainnya adalah bagaimana komoditas pangan yang ada di Sumatera Utara mampu memasok dan memenuhi kebutuhan di dalam provinsi.
Selain untuk memenuhi permintaan pasar, hal ini juga bertujuan menjaga stabilitas harga agar tidak memicu inflasi, seperti yang sempat terjadi pada komoditas cabai merah.
“Ya kita harus menjadikan hasil produksi pangan (khususnya pertanian) prioritasnya di dalam provinsi. Jangan hanya karena alasan harga, lalu kita jual ke provinsi lain. Namun bukan berarti kita tidak mau membantu daerah lain, tetapi jangan sampai masyarakat kita di sini sendiri kesulitan mendapatkan barangnya, sementara produksinya di sini,” jelas Bobby.
REKOMENDASI: Mau Angpao Imlek? Buruan Deposit dan Transaksi Beli Kripto di INDODAX
Selain itu, Bobby juga mengapresiasi kelompok tani, termasuk KTNA, yang telah memberikan kontribusi dalam pengembangan sektor pertanian, khususnya budidaya hortikultura, serta upaya mendidik generasi muda agar tertarik menekuni sektor pertanian dan perikanan.
Dengan demikian, program pemerintah dapat berjalan seiring dengan aspirasi petani dan nelayan serta mendorong peningkatan produksi pangan.
KTNA Sumatera Utara Melatih Ratusan Anak Muda Kelola Lahan Pertanian dan Perikanan
Senada dengan itu, Ketua KTNA Sumut Purnama Dewi Daulay menyampaikan apresiasi kepada Gubernur atas perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap pengembangan potensi produksi pangan, sehingga petani dan nelayan mendapatkan posisi prioritas dalam pembangunan.
REKOMENDASI: Film dengan Ending Mengejutkan, Penonton Terpukau
Ia juga menjelaskan bahwa di beberapa daerah, KTNA Sumut tengah melatih ratusan anak muda dalam mengelola lahan pertanian dan perikanan. Oleh karena itu, pihaknya berharap pemerintah dapat menyediakan lahan potensial agar semakin banyak generasi muda memperoleh pendidikan langsung untuk menjadi petani atau peternak, sejalan dengan program Presiden dalam meningkatkan kesejahteraan melalui sektor tersebut.
“Kami terima kasih karena perhatian Gubernur yang antusias untuk bisa mengembangkan sektor pertanian dan perikanan. Tentunya kita juga terus bergerak dan berkolaborasi bersama pemerintah provinsi,” pungkas Purnama. ***
[rel/OB2]





















