BRT Mebidang Gunakan Bus Listrik : Beroperasi Tahun Ini (2026)

Isi Konten
  • BRT Mebidang Gunakan Bus Listrik : Beroperasi Tahun Ini (2026)
  • Persoalan Transportasi di Kawasan Mebidang
  • Sistem BRT Mirip dengan Konsep Jaklingko

follow-on-google-news
BRT Mebidang Gunakan Bus Listrik : Beroperasi Tahun Ini (2026)

OBROLANBISNIS.com — Bus Rapid Transit (BRT) Medan-Binjai-Deliserdang (Mebidang) direncanakan mulai beroperasi pada tahun ini. Moda transportasi massal tersebut akan menggunakan bus listrik melalui kerja sama dengan Tiongkok.

Sebanyak 12 koridor akan difasilitasi BRT pada tahap awal operasional. Dari jumlah tersebut, 10 koridor berada di wilayah Kota Medan dan dua koridor lainnya untuk kawasan Mebidang.

REKOMENDASI: Sensus Ekonomi 2026 : 190.000 Petugas Dikerahkan

Kedua koridor ini dikelola oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan.

Adapun dua koridor BRT yang berada di bawah pengawasan Pemprov Sumatera Utara, yaitu rute Binjai–Medan–Carrefour serta Lubukpakam–Amplas–Simpang Pelangi.

Bacaan Lainnya


Persoalan Transportasi di Kawasan Mebidang


Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Sumatera Utara, Rochani Litiloly optimistis kehadiran BRT dapat membantu mengurangi persoalan transportasi di kawasan Mebidang.

REKOMENDASI: Samsung Galaxy S26 Ultra Memberikan Perlindungan Privasi Terbaik

“Ini bertujuan untuk mengurangi emisi dan penggunaan kendaraan pribadi karena di daerah kita penggunaan kendaraan pribadi terus meningkat. Itu karena transportasi umumnya masih minim, mudah-mudahan bisa kita nikmati tahun ini,” kata Rochani dalam konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Medan.

Menurut Rochani, pemerintah saat ini masih merumuskan secara detail kebutuhan jumlah bus serta mempersiapkan pembangunan depo pengisian bus listrik.

Setelah itu, proses pemesanan bus listrik diperkirakan membutuhkan waktu sekitar lima bulan.

REKOMENDASI: Strategi RI Amankan Stok & Harga Pangan di Tengah Konflik Global

“Masih dalam proses, dan demandnya masih terus berubah misalnya dari 17 koridor menjadi 14 kemudian 12. Itu akan menentukan jumlah bus dan depo yang kita butuhkan. Setelah kontrak selesai, kita masih menunggu paling tidak lima bulan untuk pemesanan bus listriknya karena bus ini build up,” kata Rochani.


Sistem BRT Mirip dengan Konsep Jaklingko


Sementara itu, Tenaga Ahli Dishub Pemprov Sumatera Utara, Darwin Purba mengatakan, sistem BRT yang akan diterapkan mirip dengan konsep Jaklingko di Jakarta.

Ia berharap angkutan kota yang sudah ada dapat berperan sebagai feeder atau pengumpan menuju jalur BRT.

REKOMENDASI: Disiplin Bayar Pajak Bisa Bawa Pulang Hadiah Mobil, Emas hingga Paket Umroh

“BRT dia punya jalur khusus sendiri, seperti Transjakarta, jadi dia akan lebih cepat. Kemudian kita juga berupaya agar angkot yang ada menjadi feeder untuk BRT, sehingga semua terintegerasi,” kata Darwin Purba. ***

[rel/OB2]

follow-on-google-news

Pos terkait