9 AI Dunia Prediksi Harga Bitcoin di Masa Depan

Isi Konten:

 

  • Fase Bear Market Bitcoin dan Ekosistem Kripto Global
  • Eksperimen Prediksi Harga Bitcoin Oleh AI
  • Prediksi AI Lain: Bitcoin Bisa Melonjak Pada Paruh Kedua 2026

 

Bacaan Lainnya

9 AI Dunia Prediksi Harga Bitcoin di Masa Depan

 

OBROLANBISNIS.com – Pergerakan harga Bitcoin sepanjang pekan ini cenderung bergerak mendatar. Di tengah kondisi pasar yang relatif stagnan tersebut, sejumlah model kecerdasan buatan (AI) mencoba memproyeksikan arah harga aset kripto terbesar di dunia itu.

Fase Bear Market Bitcoin dan Ekosistem Kripto Global

Dalam sebuah eksperimen analisis, sembilan model AI populer seperti Grok, Claude, Qwen, ChatGPT, hingga Mistral diminta memprediksi kemungkinan jalur harga Bitcoin ke depan.

DIkutip dari bitcoin.com, Senin (9/3/2026), pertanyaan utamanya adalah apakah Bitcoin berpotensi turun di bawah level terendah tahun 2026 atau justru mampu kembali menembus USD100.000 dalam waktu dekat.

Selama tujuh hari terakhir, Bitcoin diperdagangkan dalam kisaran cukup lebar antara USD65.200 hingga USD73.700. Beberapa bursa bahkan mencatat penurunan sesaat di bawah USD65.000 serta kenaikan yang sempat menyentuh USD74.000.

Pada Sabtu sore waktu Amerika Serikat, harga Bitcoin berada di sekitar USD67.442 per koin. Posisi ini masih sekitar 46 persen lebih rendah dibandingkan rekor tertinggi sepanjang masa sebesar USD126.272 yang tercapai pada 6 Oktober 2025.

Sejak mencapai puncak tersebut, sebagian pengamat pasar menilai Bitcoin dan ekosistem kripto global sedang memasuki fase bear market. Namun, pandangan analis berbeda-beda.

Sebagian memperkirakan penurunan harga dapat mencapai 70 hingga 80 persen dari puncak tertinggi, sebagaimana terjadi pada siklus sebelumnya. Di sisi lain, ada pula yang berpendapat bahwa siklus kali ini kemungkinan tidak akan sedalam itu.

Untuk melihat gambaran proyeksi yang lebih luas, para peneliti kemudian meminta sembilan chatbot AI memberikan prediksi mereka terkait arah harga Bitcoin.

Eksperimen Prediksi Harga Bitcoin Oleh AI

Dalam eksperimen tersebut, AI diminta membuat model valuasi jangka depan berdasarkan sejumlah data pasar. Pertanyaan yang diajukan kepada model AI adalah:

Sebagai analis kripto berpengalaman, Anda diminta memetakan potensi pergerakan harga Bitcoin. Kapan tepatnya Bitcoin akan kembali menembus USD100.000, dan apakah sebelumnya harga akan turun di bawah level USD60.000?

Model AI kemudian diminta menjelaskan prediksi tersebut secara singkat berdasarkan analisis logis.

Prediksi Kimi AI: Bitcoin Bisa Tembus USD100.000 pada Oktober 2026

Salah satu model AI, Kimi AI, memprediksi Bitcoin berpotensi kembali menembus USD100.000 pada Oktober 2026. Namun sebelum itu terjadi, harga diperkirakan akan menguji bahkan menembus level dukungan USD60.000.

Menurut analisis teknikalnya, Bitcoin saat ini bergerak dalam kisaran USD60.000 hingga USD72.000. Jika level USD60.000 ditembus secara meyakinkan, pola teknikal Head and Shoulders menunjukkan potensi penurunan hingga kisaran USD44.000 hingga USD50.000.

Meski demikian, Kimi AI menilai fondasi pasar Bitcoin kini jauh lebih kuat dibandingkan siklus sebelumnya.

Salah satu faktor penting adalah meningkatnya investasi institusional melalui ETF Bitcoin spot, yang saat ini menguasai hampir 7 persen dari total pasokan Bitcoin yang beredar dengan nilai kelolaan mendekati USD150 miliar.

Selain itu, sekitar 80 persen investor institusional disebut berencana meningkatkan alokasi investasi ke aset kripto.

Kombinasi faktor tersebut, ditambah kemungkinan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve pada 2026 serta dampak halving, diperkirakan dapat mendorong pemulihan harga Bitcoin hingga kembali menembus USD100.000 pada kuartal IV 2026.

Prediksi AI Lain: Bitcoin Bisa Melonjak Pada Paruh Kedua 2026

Model AI lain seperti Mistral.ai juga memberikan pandangan yang relatif optimistis.

Berdasarkan konsensus analis terbaru pada Maret 2026, Bitcoin dinilai kecil kemungkinannya turun di bawah USD60.000 sebelum kembali naik ke level enam digit.

Sebagian besar analis memperkirakan Bitcoin dapat menembus USD100.000 pada paruh kedua 2026, dengan potensi harga berada di kisaran USD125.000 hingga USD200.000 pada akhir tahun.

Proyeksi tersebut didorong oleh beberapa faktor utama, seperti arus investasi ETF yang terus meningkat, adopsi institusional yang semakin luas, serta struktur pasar kripto yang masih menunjukkan tren bullish.

Model AI lain, Venice.ai, juga memperkirakan Bitcoin berpotensi kembali menembus USD100.000 antara September hingga Desember 2026.

Namun sebelum reli tersebut terjadi, harga diprediksi akan menguji kembali level dukungan USD60.000 pada kuartal kedua 2026.

Menurut analisis tersebut, stabilisasi ekonomi global serta kembalinya arus investasi ETF dapat menjadi katalis yang mendorong harga Bitcoin menembus level enam digit sebelum akhir tahun.

 

(Bc/May)

 

 

Pos terkait