Harga Pi Ambruk Gegara Investor Panic Selling

Isi Konten:

 

  • Pi Coin Hadapi Tekanan Bearish
  • Harga PI Berpotensi Mengalami Penurunan Lanjutan

 

Bacaan Lainnya

 

Harga Pi Ambruk Gegara Investor Panic Selling

 

OBROLANBISNIS.com – Pada 15 Maret 2026, Pi Coin memberikan kejutan yang mengecewakan dengan penurunan harga tajam, meski sebelumnya banyak pihak memperkirakan akan terjadi reli harga yang didorong momentum Pi Day.

Koreksi sebesar 23% dalam 24 jam membuat banyak investor lengah dan mematahkan optimisme yang terus terbentuk sepanjang pekan.

Tekanan jual ini menunjukkan betapa cepat sentimen pasar dapat berubah ketika beberapa faktor negatif muncul secara bersamaan.

Pi Coin Hadapi Tekanan Bearish

Indikator Chaikin Money Flow menunjukkan bahwa tekanan jual sudah muncul bahkan sebelum Pi Day resmi dimulai. Arus keluar dana meningkat menjelang perayaan yang sebelumnya sangat dinantikan, menandakan bahwa investor lebih memilih melepas posisi daripada menahannya selama momentum acara berlangsung.

Aksi jual yang terjadi lebih awal ini menunjukkan bahwa narasi Pi Day tidak cukup kuat untuk membangun keyakinan beli yang mampu menopang harga.

Pemicu penurunan ini tampaknya bukan terutama berasal dari perkembangan internal Pi Network, melainkan dari memburuknya kondisi pasar global secara umum.

Ketidakpastian makroekonomi yang semakin besar menciptakan sentimen negatif yang pada akhirnya menekan optimisme komunitas terhadap momen tersebut.

Dilansir dalam laman Pintu.co.id, ketika sentimen makro bergerak negatif, bahkan katalis yang telah lama dinantikan pun sering kali gagal mendorong kenaikan harga yang berarti.

Sebelum koreksi terjadi, Money Flow Index sempat menembus level 80,0 yang menandakan kondisi overbought, sebuah sinyal peringatan teknikal yang secara historis cukup konsisten pada Pi Coin.

Dalam beberapa kejadian sebelumnya, penembusan area tersebut selalu diikuti koreksi harga yang cukup signifikan. Kondisi jenuh beli ini membuat struktur teknikal menjadi rapuh, sehingga sentimen negatif kecil sekalipun dapat memicu aksi jual yang lebih besar.

Koreksi kali ini menjadi lebih dalam dibandingkan kejadian-kejadian sebelumnya akibat kombinasi panic selling dan spekulasi yang sudah terbentuk menjelang Pi Day.

Investor yang sebelumnya mengambil posisi agresif sebelum acara berlangsung segera keluar ketika harga gagal menunjukkan reli.

Ketidakpastian geopolitik turut memperburuk kepanikan pasar, sehingga koreksi yang awalnya mungkin hanya menjadi penurunan wajar akibat kondisi overbought berubah menjadi pelemahan yang lebih tajam.

Harga PI Berpotensi Mengalami Penurunan Lanjutan

Pada 15 Maret, Pi Coin sempat diperdagangkan di level $0.207, turun 23% dalam 24 jam. Altcoin ini gagal mempertahankan area $0.265 sebagai support saat reli sebelumnya, padahal level tersebut berpotensi menjadi pijakan untuk mendorong harga menuju $0.307.

Kegagalan itu kini membuat struktur pergerakan harga menjadi lebih rentan terhadap pelemahan lanjutan.

Jika tekanan jual terus berlanjut, Pi Coin berisiko turun menembus support $0.197. Apabila level tersebut hilang, altcoin ini bisa menghadapi penurunan yang lebih dalam karena dukungan teknikal di bawahnya relatif terbatas.

Sentimen investor juga masih rapuh, sehingga peluang pemulihan cepat sangat bergantung pada perbaikan kondisi pasar secara lebih luas.

Sebaliknya, membaiknya sentimen bullish atau kembalinya akumulasi dapat membalikkan arah penurunan ini. Jika harga mampu pulih dan naik kembali di atas $0.239, kepercayaan pasar dalam jangka pendek berpotensi pulih.

Sementara itu, level $0.265 menjadi area penting yang harus direbut kembali. Jika PI berhasil menembus batas tersebut dan melanjutkan kenaikan hingga $0.301, maka skenario bearish akan gugur sepenuhnya.

 

(Pci/May)

 

Pos terkait