Harga Batu Bara dan Nikel Terimbas Perang Timur Tengah : Indonesia Berpotensi Sebagai Pemasok

Harga Batu Bara dan Nikel Terimbas Perang Timur Tengah : Indonesia Berpotensi Sebagai Pemasok
Isi Konten
  • Harga Batu Bara dan Nikel Terimbas Perang Timur Tengah : Indonesia Berpotensi Sebagai Pemasok
  • Potensi Indonesia sebagai Pemasok Komoditas
  • Kinerja Harga Nikel
  • Kontribusi Indonesia dalam Ekspor Batu Bara Global
  • Dampak Bea Keluar terhadap Emiten
  • Kinerja Harga Saham Emiten (Setahun Terakhir)
  • Prospek dan Tantangan Kebijakan Bea Keluar

follow-on-google-news
Harga Batu Bara dan Nikel Terimbas Perang Timur Tengah : Indonesia Berpotensi Sebagai Pemasok

OBROLANBISNIS.com — Perang di Timur Tengah menyebabkan sentimen buruk dan hambatan pengiriman energi (minyak dan LNG) melalui Selat Hormuz.

Kenaikan harga minyak sebesar 50-60% di berbagai negara mendorong pencarian alternatif energi seperti batu bara.

REKOMENDASI: Mulai 1 Juli 2026 Diberlakukan Kebijakan B50

Harga batu bara terkoreksi naik signifikan, mencapai level tertinggi seperti pada 2022-2023, yang menjadikan emiten batu bara mencatat keuntungan besar.

Bacaan Lainnya


Potensi Indonesia sebagai Pemasok Komoditas


Indonesia memiliki potensi besar sebagai pemasok komoditas utama batu bara dan nikel, yang dapat meningkatkan pendapatan negara.

Indonesia memiliki cadangan komoditas besar batu bara dan nikel yang dapat meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Bea keluar batu bara dan nikel sedang dirancang dan direncanakan, mengikuti bea emas dan tembaga yang sudah berjalan.

REKOMENDASI: Pemerintah Terapkan Implementasi WFH Bagi ASN Mulai 1 April : Perjalanan Dinas Diefisiensikan


Kinerja Harga Nikel


Harga nikel berfluktuasi tinggi, mencapai $27.000-$28.000 per ton pada 2023, kini stabil di $16.000-$17.000.

Indonesia sebagai pemasok nikel terbesar memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas harga dan mengoptimalkan pendapatan negara.


Kontribusi Indonesia dalam Ekspor Batu Bara Global


Indonesia menyumbang sekitar sepertiga dari total ekspor batu bara dunia (555 juta ton pada 2024).

Terdapat strategi untuk mengurangi volume ekspor (CAGR -6,1%) demi meningkatkan harga dan efisiensi, sehingga pendapatan negara optimal.

REKOMENDASI: Pemerintah Tegaskan BBM Subsidi dan Non-Subsidi Per 1 April Tidak Terjadi Kenaikan Harga


Dampak Bea Keluar terhadap Emiten


ITMG: Pasar domestik 31%, ekspor signifikan. Profitabilitas tertekan karena pemotongan kuota ekspor (RKAB).

Adaro (ADRO): Ekspor 28% ke Jepang, 19% ke India, 15% ke Tiongkok. Jasa pertambangan dan pertambangan batu bara menyumbang hampir $1 miliar masing-masing. Diversifikasi ke alumina dan energi terbarukan. Profitabilitas mungkin terkoreksi karena bea keluar.

PT Bukit Asam (PTBA): Fokus pada kewajiban pasar domestik (52,77% penjualan domestik). Kontribusi ke PLN 30,45% dari pendapatan. Tidak terlalu terpengaruh bea keluar karena fokus domestik.

Trimegah Bangun Persada (NCKL): Paparan risiko tinggi, laba berpotensi terkikis akibat bea keluar NPI. Segmen pengolahan nikel hilir 85,9%, penambangan 14,1%. Produk meliputi ferronikel, MHP, nikel sulfat, dan bijih nikel.

Merdeka Battery Materials (MBMA): Sangat fokus pada NPI (50,5% pendapatan). Paling terdampak kebijakan bea keluar NPI.

Aneka Tambang (ANTM): Meskipun 84% pendapatan dari emas, 16% dari penjualan nikel (bijih nikel dan ferronikel). Risiko ekspor nikel rendah karena didukung kenaikan harga emas.

REKOMENDASI: Prediksi Suhu Yo : Emas Tembus 7 Juta Rupiah


Kinerja Harga Saham Emiten (Setahun Terakhir)


* MBMA: +145%
* ANTM: +121,41% (didukung kenaikan harga emas)
* NCKL: +4,49% (belum terlalu terdampak bea keluar yang masih direncanakan)
* ADRO: +37,67%
* ITMG: +24,9%
* PTBA: +22,22%


Prospek dan Tantangan Kebijakan Bea Keluar


Bea keluar akan mengikis potensi keuntungan emiten tetapi meningkatkan PNBP. Menteri Keuangan berfokus mempercepat pelaksanaan, sementara Kementerian ESDM masih mengkaji ulang.

Perhitungan sudah final, tinggal distribusi manajemen dan administrasi antar kementerian. ***aiOB3

follow-on-google-news

Pos terkait