Catatan Redaksi
- 10 Negara Diambang Kehancuran, Korea Utara Masuk Daftarnya
- Sri Lanka : Gagal Membayar Utang
- Pakistan : Kekacauan Politik
- Afghanistan : Kemiskinan Ekstrem
- Myanmar : Militer Kehilangan Kendali
- Korea Utara : Menghadapi Kelaparan Terburuk
- Lebanon : Nilai Mata Uang Anjlok
- Laos : Hutang ke Tingkok
- Bangladesh : Barang Impor Mahal
- Yaman : Terpecah Berbagai Kelompok
- Kazakhstan : Industri Terguncang

10 Negara Diambang Kehancuran, Korea Utara Masuk Daftarnya
OBROLANBISNIS.com — Asia berada di ambang kehancuran. Ekonomi sedang runtuh, politik sedang kacau, dan masa depan mereka penuh ketidakpastian.
Apakah negara tempat kita tinggal termasuk dalam daftar negara yang terancam kolaps?
REKOMENDASI: Percepatan Implementasi B50 dan E20
Kamu tidak akan percaya siapa yang berada di urutan teratas. Berikut ini, negara-negara yang dikabarkan bakal kolaps?
Sri Lanka : Gagal Membayar Utang
Sri Lanka, yang terkenal dengan pantai yang indah dan perbukitan hijau, kini sedang berjuang. Perekonomiannya hancur total dengan inflasi mencapai 69,8% pada tahun 2022. Membuat kebutuhan pokok menjadi sangat mahal.
Antrean panjang untuk bahan bakar, pemadaman listrik di mana-mana, dan pemerintah terjerat utang lebih dari 83 miliar dolar.
Negara ini bahkan gagal membayar utangnya untuk pertama kalinya dalam sejarah. Pemimpin negara ini bahkan melarikan diri di tengah kerusuhan.
Pariwisata yang dulunya menjadi andalan kini merosot tajam, ekspor menurun, dan rakyat mulai marah. Krisis ini belum berakhir, dan Sri Lanka mungkin hanyalah permulaan dari kehancuran yang lebih besar.
REKOMENDASI: Bisnis Sepi Kompetitor : Jasa Administrasi Toko Online UMKM
Pakistan : Kekacauan Politik
Pakistan, negara dengan populasi besar dan sejarah yang kaya, kini berada di ambang kehancuran. Cadangan kas negara semakin menipis, hanya sekitar 3 miliar dolar, cukup untuk bertahan beberapa minggu.
Inflasi melonjak lebih dari 80%, membuat makanan menjadi barang mewah bagi jutaan orang. Nilai mata uang rupee jatuh, bisnis tutup, dan pemadaman listrik semakin sering terjadi.
Tapi yang lebih buruk lagi, kekacauan politik memperburuk keadaan. Mantan Perdana Menteri Imran Khan ditangkap, memicu protes besar-besaran.
Pakistan sedang berusaha mencari pinjaman dari IMF, tetapi dengan harga yang sangat mahal. Mampukah Pakistan bertahan dalam 10 tahun ke depan?
REKOMENDASI: “English 1 Unite for Sumatra” Himpun Rp 100 Juta untuk Pemulihan Anak Terdampak Banjir
Afghanistan : Kemiskinan Ekstrem
Afghanistan, negara yang dulunya penuh harapan, kini berubah menjadi krisis kemanusiaan terbesar di dunia.
Dengan lebih dari 28 juta orang bergantung pada bantuan, negara ini menghadapi kehancuran ekonomi yang mendalam. Sejak Taliban mengambil alih kekuasaan pada tahun 2021, dana asing dibekukan, aset bank sentral disita, dan ekonomi negara hampir lumpuh.
Perekonomian Afghanistan telah menyusut 20% dalam setahun, memaksa jutaan orang jatuh ke dalam kemiskinan ekstrem. Namun, yang lebih mengerikan adalah kelaparan mulai melanda. Dan banyak keluarga terpaksa menjual anak-anak mereka hanya untuk bertahan hidup.
Para wanita pun kehilangan hak mereka, dilarang bekerja, bersekolah, bahkan keluar rumah di beberapa daerah.
REKOMENDASI: Menaker: Pelaksanaan WFH Tetap Menjamin Hak Pekerja
Myanmar : Militer Kehilangan Kendali
Myanmar sedang mengalami kehancuran yang cepat. Setelah kudeta militer pada tahun 2021, negara ini terjerumus ke dalam kekacauan.
Ekonominya runtuh. Nilai mata uang merosot lebih dari 50%, inflasi melonjak lebih dari 30%, dan banyak orang terpaksa mengungsi.
Situasi ini diperparah oleh perang saudara yang tak kunjung mereda. Lebih dari 1,5 juta orang mengungsi, dan separuh penduduk hidup dalam kemiskinan.
Negara ini terisolasi dari dunia luar, banyak perusahaan asing yang menarik diri, sementara militer kehilangan kendali. Jika pertempuran berlanjut, Myanmar bisa saja terpecah belah.
REKOMENDASI: Bisnis Sepi Kompetitor : Jasa Perawatan Motor/Mobil
Korea Utara : Menghadapi Kelaparan Terburuk
Korea Utara adalah negara yang sangat tertutup, dan meskipun dunia tidak tahu banyak tentangnya, situasinya semakin memburuk.
Ekonomi hampir hancur, rakyat kelaparan, dan pemerintah diambang putus asa. Pada tahun 2023, laporan menyebutkan negara ini menghadapi kelaparan terburuk dalam beberapa dekade, dengan banyak daerah dilanda krisis pangan.
Bahkan pejabat tinggi pun merasakan dampaknya. Pasar gelap hampir tidak bisa bertahan, dan banyak orang ditangkap hanya karena mencoba mencari cara untuk bertahan hidup.
Pemerintah bahkan memberlakukan ‘march of suffering’ sebagai cara untuk menghadapi krisis. Ini gambaran suram sebuah negara yang kian terpencil.
REKOMENDASI: Bisnis Sepi Kompetitor : Jasa Pengelolaan Sampah Rumah Tangga
Lebanon : Nilai Mata Uang Anjlok
Dulu Lebanon dikenal sebagai Swiss-nya Timur Tengah, tapi kini terpuruk dalam kehancuran. Nilai mata uang mereka anjlok lebih dari 98% sejak 2019.
Harga kebutuhan pokok melonjak drastis. Listrik hanya tersedia beberapa jam sehari, dan banyak orang bahkan tidak bisa menarik uang dari bank mereka.
Ini bukan hanya krisis ekonomi, Lebanon juga berada di ambang kehancuran total negara. Negara ini hampir tidak memiliki pemerintahan yang berfungsi, sementara korupsi merajalela.
REKOMENDASI: Bisnis Sepi Kompetitor : Jasa Perawatan AC
Laos : Hutang ke Tingkok
Laos yang indah dengan pegunungan dan sungai yang mempesona kini terjerumus dalam utang dan inflasi yang sangat tinggi.
Negara ini berutang lebih dari 14,5 miliar dolar, sebagian besar kepada Tiongkok, yang mulai mengendalikan lebih banyak aset di Laos.
Harga bahan bakar dan kebutuhan pokok melonjak tinggi, sementara rumah sakit kekurangan pasokan medis.
Lebih buruk lagi, Laos kini menghadapi wabah demam berdarah yang meluas, sementara banyak anak muda dan profesional mulai meninggalkan negara ini.
REKOMENDASI: Emas dan Perak Diprediksi Meroket Sebelum Tahun 2030
Bangladesh : Barang Impor Mahal
Bangladesh, yang dulu dikenal sebagai negara dengan ekonomi yang berkembang pesat, kini terancam runtuh. Nilai mata uangnya telah jatuh lebih dari 25%, membuat barang impor menjadi sangat mahal.
Sektor tekstil, yang menjadi tulang punggung ekonomi Bangladesh, kini sedang runtuh, sementara pemadaman listrik yang sering terjadi menyebabkan pabrik-pabrik tutup.
Di tengah semua ini, perubahan iklim memperparah keadaan dengan naiknya permukaan laut yang menenggelamkan lahan pertanian.
REKOMENDASI: Acanthosis Nigricans Sebagai Peringatan Dini Diabetes
Yaman : Terpecah Berbagai Kelompok
Yaman kini terperosok dalam perang yang tak berkesudahan. Lebih dari 24 juta orang di Yaman membutuhkan bantuan kemanusiaan, sementara nilai mata uang mereka.
Sudah jatuh hampir 90%. Negara ini terpecah oleh berbagai kelompok yang berperang, dan tidak ada pemerintahan yang efektif untuk mengatasi krisis.
Yang lebih mengerikan lagi, Yaman kehabisan air, dan perubahan iklim semakin memperburuk keadaan. Jika tidak ada perubahan, Yaman bisa menghilang begitu saja.
Kazakhstan : Industri Terguncang
Kazakhstan, negara kaya minyak yang luas, kini berada di ambang kehancuran. Protes besar pada tahun 2022 mengguncang negara ini, menuntut perubahan atas ketidakadilan sosial dan korupsi pemerintah.
Ekonomi Kazakhstan sangat bergantung pada minyak. Dan sekarang industri ini sedang terguncang.
Selain itu, inflasi melonjak tinggi, dan hubungan dengan negara-negara besar seperti Rusia dan Cina semakin menegang. ***aiOB3




















