Di Masa Resesi Jangan Main Saham Gorengan

OBROLANBISNIS.com — Tahu nggak sih kalau banyak orang Indonesia yang belum paham dan nggak tahu cara menghadapi resesi?
Padahal, resesi itu pasti akan terjadi. Mungkin nggak hari ini, bulan depan, atau tahun depan, tapi pasti akan terjadi. Fase hidupmu sebagai manusia, kalau resesi benar-benar datang, apalagi resesi global, dampaknya pasti jauh lebih parah dan pasti berdampak pada hidupmu.
REKOMENDASI: Bisnis Sepi Kompetitor : Jasa Administrasi Toko Online UMKM
Sayangnya, banyak orang Indonesia yang tidak paham. Karena mereka pikir resesi hanya akan mempengaruhi negara, terutama pemerintah, orang-orang kaya, dan konglomerat.
Tidak, resesi bisa mengenai semua orang, dari yang tinggal di menara gading hingga yang tinggal di kolong jembatan, pasti akan terdampak resesi. Masalahnya begini, banyak orang tidak siap menghadapi resesi bukan karena kekurangan uang.
Tidak, itu salah. Tapi karena dia salah menempatkan uangnya. Nah, makanya bagi yang punya uang dan merasa kamu sudah punya aset, tapi begitu krisis datang, kamu harus tahu, kamu siap enggak?
Kamu yakin nilainya enggak bakal jatuh? Kamu yakin barang kamu likuid? Atau jangan-jangan malah tidak bisa dijual. Jangan sampai itu terjadi karena saya sudah berkali-kali melihatnya, mulai dari krisis ’98, krisis 2008, krisis pasca-Covid.
REKOMENDASI: “English 1 Unite for Sumatra” Himpun Rp 100 Juta untuk Pemulihan Anak Terdampak Banjir
Ternyata masih banyak orang yang tidak sadar dan tidak siap menghadapi resesi. Berikut ini jenis aset yang terlihat aman dan ini bisa menjadi jebakan Anda, tetapi sebenarnya berbahaya jika Anda memegangnya. Apalagi saat terjadi resesi global.
Saham Gorengan Justru Berbahaya
Kalian pasti tahu kalau utang Amerika Serikat bukannya berkurang malah bertambah. Dan kalian juga tahu kalau ketegangan dunia bukannya mereda malah makin kacau.
Jadi, teman-teman, saya akan berbagi lima jenis aset yang terlihat menarik dan aman, padahal justru berbahaya. Makanya, ini bukan opini, tapi berdasarkan data dan kejadian yang berulang setiap krisis ekonomi.
Jadi, jebakan pertama yang sering terjadi adalah aset seperti saham gorengan atau spekulatif. Ini bahaya kalau kamu pegang saham yang fundamentalnya tidak kuat.
REKOMENDASI: Menaker: Pelaksanaan WFH Tetap Menjamin Hak Pekerja
Karena saat resesi terjadi, saham-saham jenis hantu seperti ini yang akan langsung anjlok duluan. Contohnya, saham perusahaan yang rugi bertahun-tahun, tidak pernah untung, tapi valuasinya terlalu tinggi, terlalu mahal.
Banyak di Indonesia, saham perusahaan yang tidak pernah untung, saham gorengan, tetapi terus digoreng dengan cerita AIUEO, akan membangun stasiun luar angkasa di planet Mars. Ada yang bilang akan diakuisisi oleh Nvidia, semuanya omong kosong.
Aduh, itu tidak benar. Bahkan saham-saham yang berhubungan dengan kripto. Banyak juga saham-saham yang berhubungan dengan kripto, tetapi sebenarnya tidak ada fundamentalnya.
Nah, kamu harus siap-siap. Begitu resesi, apa yang terjadi? Investor akan mencari tempat yang aman. Investor akan mencari aset yang aman. Dan aset-aset yang sifatnya spekulatif pasti akan ditinggalkan, termasuk saham.
REKOMENDASI: Bisnis Sepi Kompetitor : Jasa Perawatan Motor/Mobil
Saham yang spekulatif, pasti akan ditinggalkan. Ingat, kita ini investor, bukan spekulator, tapi mayoritas orang Indonesia tidak bisa membedakan keduanya.
Mana spekulasi, mana investasi. Dan nanti, ketika terjadi resesi dan likuiditas tiba-tiba mengering, apa yang terjadi? Ya, siap-siap saja. Harga saham-saham yang tidak punya fundamental pasti akan anjlok, bahkan bisa sampai minus 60%, atau lebih dari 90%.
Nah, ini contoh nyata, ketika terjadi resesi bubble.com, semuanya lenyap. Kapitalisasi pasar hilang, diskon total lebih dari 70%. Saham teknologi tahun 2021-2022 juga anjlok.
Banyak startup yang bahkan menjadi perusahaan zombie. Padahal, seharusnya kalau kamu sudah tahu dan paham sifatnya Jenis investasi saham yang saya lakukan adalah saham dari perusahaan yang layak diinvestasikan.
REKOMENDASI: Bisnis Sepi Kompetitor : Jasa Pengelolaan Sampah Rumah Tangga
Kita berinvestasi pada hal-hal yang pasti saja. Jadi, kalau kamu melakukan itu, berinvestasi pada perusahaan yang untung, arus kasnya positif. Bahkan, lebih baik jika bisa memberikan dividen yang stabil.
Tapi kamu harus tahu hanya perusahaan yang bisa bertahan di masa resesi, ada sektor-sektor defensif, kebutuhan pokok konsumen, utilitas, energi dasar, hal-hal yang pasti tetap dibutuhkan bahkan ketika dunia sedang resesi.
Contoh sederhananya, ketika dunia resesi, Anda pasti tetap butuh pelacakan, Anda tetap butuh logistik, Anda tetap butuh. Tetap butuh makan, tetap butuh minum. Saat resesi terjadi, tidak mungkin tiba-tiba yang biasanya makan nasi jadi makan batu, yakin deh.
Nah, itulah maksudnya sektor-sektor defensif yang akan tetap bertahan saat resesi terjadi. ***aiOB3



















