20.784 Ribu Pekerja Indonesia di Timur Tengah Trauma Psikologis Perang 

Isi Konten:

 

  • Tim Crisis Monitoring Dirjen Perlindungan
  • Dampak Psikologis Akibat Perang

 

Bacaan Lainnya

20.784 Ribu Pekerja Indonesia di Timur Tengah Trauma Psikologis Perang

 

OBROLANBISNIS.com – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengungkapkan masih ada ribuan pekerja migran atau tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berada di beberapa negara Timur Tengah, di tengah masih panasnya konflik Timur Tengah akibat perang Iran vs Amerika Serikat (AS)-Israel.

Tim Crisis Monitoring Dirjen Perlindungan

Dilansir dalam laman CNBC Indonesia, Mukhtarudin mengatakan masih ada sekitar 20.784 pekerja migran yang ada di beberapa negara Timur Tengah, terutama di Asia Barat.

Pihaknya telah menyiapkan mitigasi jika konflik bertambah parah, dimana salah satunya yakni membentuk Tim Crisis Monitoring oleh Direktorat Jenderal Pelindungan.

“Secara harian, kami melakukan monitoring dan koordinasi dengan perwakilan kita yang ada di luar negeri, terutama di negara yang sedang berkonflik dan negara sekitar konflik.

Kami juga melakukan langkah-langkah mitigasi perlindungan, di mana salah satunya membentuk Tim Crisis Monitoring oleh Direktorat Jenderal Perlindungan,” lanjut Mukhtarudin.

Selain itu, pihaknya akan mempertimbangkan untuk menghentikan sementara pengiriman pekerja migran ke daerah terdampak konflik.

“Kita juga melakukan mitigasi, sehingga daerah-daerah yang memang rawan sangat konflik dan berpotensi konflik yang membesar, kita akan cooling down untuk melakukan penempatan,” jelasnya

Kementerian P2MI juga akan mengecek perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI), termasuk perusahaan penyalur pekerja migran ke wilayah tersebut.

“Kami juga melakukan pendataan P3MI, perusahaan penyalur, yang melakukan penempatan ke 20 kawasan Timur Tengah untuk memperoleh informasi kendala pekerja migran ndonesia terkait situasi di sana,” ujarnya.

Dampak Psikologis Akibat Perang

Pihaknya mengatakan mayoritas pekerja migran di daerah konflik terdampak psikologis. Mereka disebut mengalami trauma mendengar ledakan bom hingga rudal sehari-hari.

“Mereka mengalami traumatik, psikologis ini mereka rasakan karena mendengar bom, rudal, yang hari-hari mereka agak sedikit. Dan kita menyiapkan sudah konsultasi psikologis secara daring, online ya, sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan. Dan ini sudah berjalan,” terangnya.

Muktharudin menjelaskan ada 86 aduan pekerjaan migran Indonesia di perbatasan Iran pada periode 1 Maret hingga 7 April 2026. Pekerja migran itu tersebar di wilayah Arab Saudi, Turki hingga Uni Emirat Arab (UEA).

“Periode 1 Maret sampai 7 April, terdapat 86 aduan pekerja migran Indonesia di perbatasan Iran, ya. Didominasi pekerja migran Indonesia di negara Arab Saudi 141 orang, Turki 18 orang, dan Persatuan Emirat Arab 11 orang,” pungkasnya.

 

(Cnbc/May)

Pos terkait