Isi Konten
- Indonesia Tutup Jalur Ekspor Minyak Sawit, Dunia Bisa Kiamat?
- Indonesia Kuasai 60 Persen Pasar Minyak Sawit Dunia
- Tekanan Minyak Sawit

Indonesia Tutup Jalur Ekspor Minyak Sawit, Dunia Bisa Kiamat?
OBROLANBISNIS.com — Jika Indonesia menutup jalur ekspor minyak sawit, dunia bisa kiamat.
“Meskipun menutup Selat Hormuz, Iran hanya akan menguasai 20% minyak dunia. Tapi Indonesia justru peringkat pertama sebagai produsen dan eksportir minyak sawit terbesar di dunia,” kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.
REKOMENDASI: Kementerian Lingkungan Hidup Lakukan Pengawasan Aktivitas Operasional Terhadap 72 Ribu Perusahaan di Indonesia
Indonesia Kuasai 60 Persen Pasar Minyak Sawit Dunia
Menurutnya, pangsa pasar minyak sawit yang dikuasai Indonesia adalah 58 hingga 60%. Bahkan, Indonesia mengendalikan 48,8 hingga 50% dari total ekspor minyak sawit dunia.
Nilai ekspornya mencapai angka yang sangat signifikan, yaitu 35 hingga 40 miliar dolar. Dan dominasi Indonesia dalam minyak sawit tidak hanya dipicu oleh luas lahan, tetapi juga fokus pemerintah pada pengelolaan minyak mentah menjadi produk jadi, yaitu biodiesel B40 atau B50.
“Jadi, bisa dibilang dunia ini bergantung pada minyak sawit Indonesia. Dari sini kita bisa melihat bahwa Indonesia bisa memberikan tekanan balik pada negara lain yang mencoba mengganggu dengan minyak sawit,” sebut Amran.
REKOMENDASI: 5 Shio yang Beruntung di Tahun 2026 : Rezeki Berlipat Ganda
Tekanan Minyak Sawit
Tapi tentu saja, untuk kapal Indonesia yang ditahan di Selat Hormuz, Indonesia tidak akan bisa memberikan tekanan dengan minyak sawit.
Karena ini masalah diplomatik, dan sebelumnya Indonesia juga pernah menahan kapal Iran, yaitu Arman 114, yang bahkan akan dilelang.
Jadi, semua ini tergantung pada pemerintah bagaimana melobi dengan solusi yang saling menguntungkan. ***aiOB3




















