Membongkar Rahasia Permainan Bandar di Pasar Modal

follow-on-google-news

Membongkar Rahasia Permainan Bandar di Pasar Modal

OBROLANBISNIS.com — Pernah kepikiran enggak sih, siapa sebenarnya yang menggerakkan harga saham di belakang layar?

Nah, kali ini kita akan membongkar salah satu rahasia terbesar di pasar modal. Bagaimana cara para pemain raksasa ini mengumpulkan saham secara diam-diam jauh sebelum kita semua sadar.

REKOMENDASI: Posko Siaga Haji Telkomsel Siap Melayani Ibadah Haji Warga Medan dan Aceh

Pernah lihat saham yang tiba-tiba harganya melonjak tinggi, terus cuma bisa bilang, “Aduh, telat lagi, deh.”

Tenang, perasaan selalu ketinggalan kereta itu wajar, dan ada. Ironisnya, justru ketika kita-kita ini, investor ritel, akhirnya merasa yakin untuk membeli, seringkali itu adalah momen ketika pemain besar sudah siap-siap untuk menjual.

Persiapan untuk menaikkan harga itu sendiri terjadi jauh di balik layar, sangat senyap. Nah, supaya kita bisa mengerti permainan diam-diam ini, kita perlu kenalan dulu sama para pemainnya.

Bacaan Lainnya


Bandar di Lembaga Keuangan


Siapa sih yang sering kita sebut sebagai bandar ini? Jadi, siapa itu ‘bandar’? Lupakan gambaran orang misterius di ruangan gelap. ‘Bandar’ itu istilah untuk pihak mana pun yang punya dana super besar, bisa jadi lembaga keuangan, reksa dana raksasa, atau market maker, intinya siapa pun yang modalnya cukup untuk membuat gelombang di pasar.

REKOMENDASI: Dari Limbah Jadi Berkah: Kompil Gandeng Direktur Air Limbah Tirtanadi, Ikrimah Hamidy Siap Jadi Pembina

Anggap saja begini. Dan, senjata utama mereka, itu disebut akumulasi. Bayangkan ini seperti kolektor seni yang diam-diam membeli lukisan dari seniman yang belum terkenal.

Mereka membelinya perlahan, satu per satu, agar tidak ada yang sadar dan harganya tidak cepat naik. Tujuannya, tentu saja, agar mendapatkan barang dengan harga murah sebelum semua orang ikut-ikutan heboh.

Tapi kenapa harus pelan-pelan? Kenapa tidak langsung beli semuanya saja sekalian? Biarkan dia melihat perbandingannya. Kalau beli banyak, permintaan langsung melonjak dan harga pasti langsung naik.

Itu sama saja seperti berteriak di pasar, “Woi, saya mau beli semuanya,” yang akhirnya membuat mereka membeli dengan harga mahal.

REKOMENDASI: Menaker Tekankan Perusahaan Sesuaikan Tugas Magang dengan Latar Pendidikan Peserta

Jika belinya perlahan, harga tetap stabil, dan operasi mereka tetap rahasia.Jika belinya perlahan, harga tetap stabil, dan operasi mereka tetap rahasia.

Trik apa saja yang mereka gunakan untuk belanja besar-besaran tanpa ketahuan?

Teknik pertama adalah kamuflase. Mereka menggunakan split order. Jadi, satu order sebesar gaban, katakanlah 1 juta lot dipecah menjadi ribuan transaksi kecil, agar terlihat seperti transaksi ritel biasa.

Lalu ada iceberg order, di mana yang terlihat di permukaan hanyalah puncak gunung es, order kecil, padahal di bawahnya ada order raksasa yang mengantri.

Dan yang paling canggih, mereka menyebarkan pembelian melalui banyak broker, seperti agen rahasia yang menggunakan banyak identitas, agar jejak mereka sulit dilacak.Yang terlihat di permukaan hanyalah puncak gunung es, pesanan kecil, padahal di bawahnya ada pesanan raksasa yang mengantri.

REKOMENDASI: Kemnaker Salurkan Rp32 Miliar untuk Pemulihan Ekonomi Sumatera Utara dan Aceh

Tidak hanya itu, mereka juga mahir mengendalikan medan perang. Mereka melakukan pelapisan, menumpuk antrean beli tebal di bawah, untuk membangun dasar agar harga tidak jatuh.

Mereka (badar) sengaja membuat pergerakan harga tetap datar. Beli sedikit di bawah, jual sedikit di atas, biar pasar kelihatan membosankan.

Tujuannya agar tidak ada yang curiga, sementara mereka terus mencicil barang dengan santai selama berhari-hari.

Sekarang pertanyaannya, bagaimana kita bisa membalikkan keadaan dan belajar membaca jejak yang mereka tinggalkan? Jadi, jejak apa saja sih yang ditinggalkan mereka?

REKOMENDASI: Penantian 22 Tahun UU Pelindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) Akhirnya Disahkan

Ada lima petunjuk utama yang bisa kita lihat sekilas. Pertama, volume transaksi tiba-tiba ramai sekali, padahal harganya tetap saja. Dua, pergerakan harga menyamping atau sideways terlihat membosankan.

Tiga, antrean beli di papan bit tebal sekali, seperti ada tembok yang menahan. Keempat, broker data menunjukkan adanya pembelian bersih yang besar dan konsisten selama beberapa hari. Dan lima, harganya seperti ada pegangannya, susah sekali untuk dijatuhkan.

Penting untuk diingat bahwa semua ini adalah bagian dari siklus pasar yang lebih besar.

Fase pertama: Akumulasi. Ini saatnya para raksasa berbelanja diam-diam; Fase kedua: menaikkan harga, harga mulai naik; Fase ketiga: distribusi, mereka menjual ke publik yang sedang euforia. Dan Fase keempat: penurunan harga, harga dijatuhkan.

REKOMENDASI: Bank Sangat Takut Jika Anda Melunasi Pinjaman Lebih Cepat, Mengapa?

Nah, misi kita sebagai trader cerdas adalah mencari saham yang sedang berada di fase satu ini. Mari kita coba menjadi detektif pasar dan lihat bagaimana cara mengungkap rencana ini di dunia nyata.

Anggap saja ini pekerjaan seorang detektif. Langkah pertama, cari saham yang grafiknya terlihat seperti sedang tidur, alias datar.

Langkah kedua, periksa volumenya, transaksinya berjalan. Apakah transaksinya jauh lebih ramai dari biasanya? Langkah ketiga, lihat data ringkasan broker, apakah ada yang membeli dalam jumlah besar?

Dan yang terpenting, langkah keempat, pastikan polanya konsisten. ***tokOB3

follow-on-google-news

Pos terkait