4 Mesin Menambah Kekayaan, Coba Praktekan!

4 Mesin Menambah Kekayaan, Coba Praktekan!
Isi Konten
  • 4 Mesin Menambah Kekayaan, Coba Praktekan!
  • Kekayaan dari Saham
  • Formula Kekayaan dari Saham

follow-on-google-news
4 Mesin Menambah Kekayaan, Coba Praktekan!

OBROLANBISNIS.com — Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa orang-orang terkaya di dunia, entah itu Jeff Bezos atau Hartono bersaudara di Indonesia, tampaknya selalu memiliki satu kesamaan.

Kekayaan mereka berasal dari saham. Dan ini, sama sekali bukan kebetulan. Ada sebuah mesin, sebuah sistem kekayaan yang bekerja di baliknya.

REKOMENDASI: Jaga Kesehatan : 5 – 10 Menit Jalan Kaki Setelah Makan Nasi Padang

Coba perhatikan, setiap kali daftar orang terkaya di dunia keluar, nama mereka pasti terkait dengan perusahaan raksasa melalui kepemilikan saham.

Ini bukan hanya sekadar investasi fisik. Ini bukan sekadar investasi main-main. Ini adalah mesin pencipta kekayaan yang paling mendasar.

Jadi, pertanyaannya, bagaimana cara kerja mesin ini? Pada dasarnya ada empat mesin utama yang membuat saham menjadi alat kekayaan.


Kekayaan dari Saham


Pertama mesin saham. Saat membeli saham, Anda tidak lagi bertaruh atau bermain tebak-tebakan. Anda menjadi salah satu pemilik sebagian kecil dari bisnis yang nyata.

REKOMENDASI: Pentingnya Memahami Pasar Kripto, Jangan FOMO

Artinya sangat sederhana, jika bisnisnya menguntungkan, Anda sebagai pemilik juga ikut menikmati keuntungannya. Dan di sinilah keajaiban itu dimulai.

Sebagai pemilik, kesuksesan perusahaan adalah kesuksesan Anda juga. Saat perusahaan itu berekspansi, pendapatannya naik, labanya meledak, otomatis nilai kepemilikan Anda juga ikut meroket.

Kedua mesin compounding. Albert Einstein bahkan menyebutnya sebagai keajaiban dunia kedelapan. Sederhananya, bayangkan bola salju. Anda mulai dengan bola salju kecil, lalu menggelindingkannya dari atas bukit. Semakin lama, semakin banyak salju menempel, bolanya semakin besar, dan kecepatannya semakin tinggi.

Nah, keuntungan investasi Anda bekerja persis seperti itu. Dari 100 juta, perlu 10 tahun untuk menjadi sekitar 400 juta. Hasilnya bagus banget, kan? Tapi lihat, dalam 10 tahun ke depan, lompatannya lebih dari 1 miliar.

REKOMENDASI: Ramalan Shio Beruntung Hari Rabu, 29 April

Percepatan tergilanya justru terjadi di akhir. Itulah keajaiban efek compounding yang didorong oleh waktu.


Formula Kekayaan dari Saham


Mesin ketiga inilah yang benar-benar menjadi pembeda, potensi multibagger. Ini istilah keren untuk saham yang nilainya bisa meledak berkali-kali lipat.

Bukan hanya naik 100% saja, tetapi 10, 20, bahkan 50 kali lipat. Pertumbuhan seperti ini, jujur saja, tidak akan Anda temukan di emas atau deposito. Dan ini bukan omong kosong.

Lihat saja contohnya di Indonesia. BBCA naik 18 kali lipat. Coba bayangkan seandainya dulu Anda berinvestasi di perusahaan-perusahaan itu.

REKOMENDASI: Menaker: Lulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Strategi Hadapi Era AI

Mesin terakhir, dan mungkin ini favorit banyak orang, yaitu dividen. Jadi, saat perusahaan untung, Anda berhak dapat bagian dari keuntungan itu. Nah, itulah yang disebut dividen.

Bayangkan seperti dapat gaji rutin dari perusahaan tanpa perlu kerja setiap hari, enak kan?

Agar lebih terbayang, mari kita lihat angka ini. Memiliki portofolio 1 miliar Rupiah dengan imbal hasil dividen rata-rata 6% per tahun berarti Anda bisa mendapatkan 60 juta Rupiah setiap tahun secara pasif.

Uangnya bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, atau jika ingin lebih cerdas, investasikan kembali uangnya, agar mesin compounding-nya berjalan lebih cepat.

Kita sudah bedah keempat mesinnya. Sekarang, mari kita lihat bagaimana semua teori ini benar-benar diterapkan di dunia nyata oleh para investor legendaris yang telah membuktikannya.

REKOMENDASI: Harga SUI Diprediksi Bisa Bangkit Sampai 465 Persen Hingga 54 Dolar

Tentu saja, kita harus mulai dari legenda itu. Resep kekayaannya sebenarnya sangat sederhana. Beli bisnis bagus dengan harga pantas, lalu pertahankan selamanya.

Di Indonesia, ada sosok yang karena kesuksesan dan filosofinya sering mendapat julukan ini. Dia adalah Lelo Kenghong. Kisah ini sangat menginspirasi karena beliau memulai dari nol sebagai pegawai bank biasa.

Dengan disiplin dan konsistensi yang luar biasa sejak tahun 1989, dia fokus membeli saham-saham bagus yang harganya sedang didiskon oleh pasar.

Hasilnya jangan ditanya. Sekarang nilai portofolionya triliunan rupiah. Dan polanya selalu sama, ke mana pun Anda melihat. Ada Hartono bersaudara dengan investasi jangka panjang di BCA, ada Ray Dalio yang membangun kerajaan investasi global.

Benang merahnya cuma satu. Mereka semua menggunakan saham, bukan untuk trading, tetapi untuk memiliki bisnis-bisnis terbaik dalam jangka panjang. ***tolOB3

follow-on-google-news

Pos terkait