Isi Konten
- Industri AI Borong Pasokan Chip Memori, Harga Hape dan Laptop Murah Berakhir
- Kenaikan Harga Gadget di Tahun 2026
- Kenaikan Harga Memori
- Segmen HP Kelas Menengah ke Bawah Paling Terdampak di Pasar Indonesia

Industri AI Borong Pasokan Chip Memori, Harga Hape dan Laptop Murah Berakhir
OBROLANBISNIS.com — Era ponsel dan laptop murah berakhir pada tahun 2026 karena kenaikan harga gadget yang signifikan, antara 5% hingga 20% di semua kelas.
Kenaikan ini disebabkan oleh melonjaknya harga chip memori (RAM dan penyimpanan) hingga 300% akibat permintaan tinggi dari industri AI.
REKOMENDASI: Duduk Lama Bikin Kamu Cepat Tua, Apa Betul?
Komponen memori yang dulunya hanya 10% dari biaya produksi, kini mencapai hampir 40%. Dampaknya sudah terasa di Indonesia sejak Maret, dengan Vivo, Oppo, Xiaomi, Infinix, dan Asus menaikkan harga.
Segmen HP kelas menengah ke bawah paling terpengaruh, dengan konsumen harus membayar lebih mahal untuk spesifikasi yang sama. Solusi yang disarankan adalah membeli ponsel bekas atau ex-flagship.
Kenaikan Harga Gadget di Tahun 2026
Harga gadget diprediksi akan naik drastis antara 5% hingga 20% di semua kelas pada tahun 2026.
REKOMENDASI: Pelatihan Vokasi Kunci Tingkatkan Penyerapan Tenaga Kerja
Kenaikan ini bukan hanya inflasi, tetapi juga lonjakan harga komponen utama, terutama chip memori (RAM dan penyimpanan), yang meroket hingga 300%.
Kenaikan Harga Memori
Industri AI memborong habis pasokan memori global, menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga.
Komponen memori yang dulunya hanya menyumbang 10% dari total modal pembuatan HP, kini menghabiskan hampir 40% biaya produksi.
Segmen HP Kelas Menengah ke Bawah Paling Terdampak di Pasar Indonesia
Produsen melimpahkan beban biaya produksi yang meningkat kepada konsumen.
REKOMENDASI: 4 Mesin Menambah Kekayaan, Coba Praktekan!
Efek kenaikan harga sudah terasa di pasar Indonesia sejak Maret, dengan Vivo dan Oppo mengumumkan kenaikan harga, diikuti oleh merek-merek seperti Xiaomi, Infinix, dan Asus.
Segmen HP kelas menengah ke bawah menanggung risiko kenaikan harga terbesar, memaksa konsumen membayar lebih mahal untuk spesifikasi yang tidak jauh berbeda.
Jika menginginkan spesifikasi tinggi dengan anggaran terbatas, membeli ponsel bekas atau ex-flagship adalah solusi yang logis. ***tokOB3



















