Isi Konten
- Strategi Antam: Dari Tambang ke Baterai
- Transformasi Antam Berinvestasi di Industri EV
- Tiga Pilar Kekuatan Antam
- Visi Masa Depan Antam
- Dampak Ekonomi Nasional

Strategi Antam: Dari Tambang ke Baterai
OBROLANBISNIS.com — Antam, perusahaan tambang yang sukses dengan dominasi emas, nikel, dan bauksit, membuat keputusan berani untuk bertransformasi ke industri baterai kendaraan listrik (EV).
Meskipun emas menyumbang 81% pendapatan pada Q3 2025, Antam melihat masa depan di luar komoditas mentah.
REKOMENDASI: Otot Sering Kram Tiba-tiba, Pertanda Kurang Magnesium
Antam berambisi membangun rantai pasokan baterai EV terintegrasi pertama di dunia, dari penambangan nikel hingga produksi sel baterai.
Untuk mewujudkan ini, Antam bermitra dengan CATL, produsen baterai terbesar dunia, dengan investasi sebesar $6 miliar.
Proyek ini diharapkan menciptakan 35.000 lapangan kerja baru dan menyumbang $42 miliar per tahun ke PDB. Meskipun ada risiko seperti fluktuasi harga komoditas, perubahan regulasi, dan permintaan emas, Antam berusaha menyeimbangkan bisnis tradisional yang menguntungkan dengan visi ambisius di industri baterai EV.
REKOMENDASI: Shio-shio yang Kebanjiran Uang di Bulan Mei
Transformasi Antam Berinvestasi di Industri EV
Antam, perusahaan tambang yang sangat sukses, memutuskan untuk melakukan transformasi besar-besaran dengan berinvestasi di industri baterai kendaraan listrik (EV).
Antam mengalami lonjakan finansial sebesar 1.003%, menunjukkan kesuksesan besar perusahaan saat ini.
Tiga Pilar Kekuatan Antam
Kekuatan Antam saat ini ditopang oleh tiga pilar utama:
*Emas: Menyumbang 81% dari total pendapatan Antam pada kuartal ketiga tahun 2025, dengan nilai 58,7 triliun Rupiah dalam satu kuartal.
* Nikel: Memecahkan rekor produksi hingga 16,1 juta WMT (metrik ton basah), menunjukkan dominasi di sektor logam industri.
* Bauksit: Dengan produksi 2,8 juta ton metrik basah, Antam juga merupakan pemain penting dalam rantai pasokan alumina.
REKOMENDASI: Duduk Lama Bikin Kamu Cepat Tua, Apa Betul?
Visi Masa Depan Antam
Antam tidak ingin hanya menjadi penggali bahan mentah, melainkan ingin membangun seluruh ekosistem dari pertambangan hingga baterai, dengan tujuan menciptakan rantai pasokan baterai kendaraan listrik terintegrasi pertama di dunia.
Antam akan mengendalikan setiap langkah produksi, mulai dari menambang bijih nikel, mengolah dan memurnikannya, menjadikannya komponen kunci seperti prekursor dan katoda, hingga akhirnya menjadi sel baterai utuh.
Proyek ini melibatkan investasi sebesar $6 miliar, menunjukkan keseriusan dan skala besar dari transformasi ini.
Dampak Ekonomi Nasional
Proyek ini diperkirakan akan menciptakan 35.000 lapangan kerja baru dan berkontribusi hingga $42 miliar terhadap PDB setiap tahunnya.
REKOMENDASI: Pelatihan Vokasi Kunci Tingkatkan Penyerapan Tenaga Kerja
Valuasi Antam, berdasarkan metrik Price to Book Value (PBV), berada di tengah-tengah dibandingkan dengan pesaingnya.
Tiga risiko utama yang perlu dipantau adalah fluktuasi harga komoditas global, potensi perubahan aturan ekspor nikel dari pemerintah, dan fluktuasi permintaan emas di pasar.
Antam berusaha menyeimbangkan bisnis tradisional yang menguntungkan (emas) dengan visi ambisius di industri baterai mobil listrik. Keberhasilan menyeimbangkan kedua dunia ini akan menentukan masa depan Antam. ***tokOB3




















