Emas Versus Saham : Ujian 10 Tahun

Emas Versus Saham : Ujian 10 Tahun
Isi Konten
  • Emas Versus Saham : Ujian 10 Tahun
  • Perbandingan Hasil Investasi Emas dan Saham
  • Saham sebagai Aset Produktif
  • Risiko Investasi Emas dan Saham

follow-on-google-news
Emas Versus Saham : Ujian 10 Tahun

OBROLANBISNIS.com — Pernah dengar nasihat keuangan klasik dari orang tua kita tentang di mana tempat terbaik untuk menyimpan uang hasil kerja keras kita?

Yup, emas lah pilihan nasehat para orang tua dulu. Emas disukai karena wujudnya yang jelas. Fisik, bisa dipegang, mudah dibeli, dan kesannya harganya terus naik.

REKOMENDASI: PT Alfa Indo Global (AIG), Importir dan Distributor Tunggal Parfum Prancis untuk Pasar Industri Indonesia

Seiring dengan perkembangan, kini ada pilihan lain investasi keuangan yang cukup menarik. Karena menawarkan cuan yang menggiurkan, namun penuh resiko. Apa itu?

Saham, nama pilihan investasi keuangan yang kini sedang berkembang pesat dan disukai banyak investor tua dan muda yang melek dengan teknologi.

Yuk, kita perbandingan investasi emas dan saham selama 10 tahun terakhir, untuk menguji nasihat keuangan tradisional.

Eksperimen menunjukkan bahwa saham, khususnya saham BCA, memberikan keuntungan yang jauh lebih besar dibandingkan emas.

REKOMENDASI: Dampak Anak Bermain Game di Hape : Perlahan Merusak Otak

Hal ini disebabkan oleh konsep aset produktif pada saham yang menghasilkan dividen dan kenaikan harga, sementara emas hanya mengandalkan kenaikan harga.

Meskipun saham memiliki risiko jangka pendek yang lebih tinggi, risiko tersebut menurun drastis dalam jangka panjang.

Disimpulkan bahwa emas berfungsi sebagai penyimpan nilai, sedangkan saham adalah pencipta kekayaan, dan risiko terbesar adalah tidak berinvestasi sama sekali karena inflasi.


Perbandingan Hasil Investasi Emas dan Saham


Jika diinvestasikan di emas, 13 juta rupiah pada tahun 2012 (setara 22,7 gram emas) akan menjadi 22,1 juta rupiah pada tahun 2022, dengan keuntungan bersih 9,1 juta rupiah.

REKOMENDASI: Analisis Koin Pi Network Minggu Ini

Sementara jika diinvestasikan di saham BCA, 12 juta rupiah pada tahun 2012 (setara 7.500 lembar saham) akan menjadi 60 juta rupiah pada tahun 2022.

Keuntungan saham jauh melampaui emas dalam periode yang sama. Perbedaan ini dijelaskan oleh konsep aset produktif. Emas adalah aset pasif yang nilainya hanya bertambah jika harganya naik.


Saham sebagai Aset Produktif


Saham adalah kepemilikan kecil dari bisnis yang terus beroperasi dan menghasilkan keuntungan. Pemilik saham berhak mendapatkan dividen.

REKOMENDASI: Siapa Orang Dibalik Pi Network?

Selama 10 tahun, investasi saham BCA menghasilkan dividen sekitar 4,4 juta rupiah, di luar kenaikan harga saham.

Saham memiliki dua sumber penghasil uang: kenaikan harga (capital gain) dan pembagian keuntungan (dividen), sedangkan emas hanya memiliki kenaikan harga.


Risiko Investasi Emas dan Saham


Risiko adalah kekhawatiran umum. Dalam jangka pendek, baik saham maupun emas sama-sama berisiko.

Dalam jangka panjang (lebih dari 5 tahun), risiko saham menurun drastis menjadi rendah, sementara emas tetap aman. Waktu adalah sahabat terbaik investor.

Emas berfungsi sebagai penyimpan nilai untuk menjaga daya beli dari inflasi. Saham perusahaan yang bagus adalah alat pencipta kekayaan untuk menumbuhkan nilai uang secara signifikan.

Risiko terbesar bukanlah salah memilih antara emas atau saham, melainkan tidak melakukan apa-apa dan membiarkan uang menganggur, karena inflasi akan menggerogoti nilainya. ***tokOB3

follow-on-google-news

Pos terkait