Mulai 1 Juni, Mobil Bermesin 1400 cc Dilarang Minum BBM Bersubsidi

Mulai 1 Juni, Mobil Bermesin 1400 cc Dilarang Minum BBM Bersubsidi
Isi Konten
  • Mulai 1 Juni, Mobil Bermesin 1400 cc Dilarang Minum BBM Bersubsidi
  • Mobil yang Terkena Dampak Larangan BBM Subsidi
  • Dampak pada Konsumen : Pengeluaran Bulanan Bertambah

follow-on-google-news
Mulai 1 Juni, Mobil Bermesin 1400 cc Dilarang Minum BBM Bersubsidi

OBROLANBISNIS.com — Mulai 1 Juni 2026, ada 25 mobil populer akan dilarang menggunakan Pertalite, karena batas maksimal mesin untuk subsidi adalah 1400 cc.

Mobil seperti Toyota Avanza, Veloz, Xpander, Terios, BRV, Stargazer, HRV, Zenix, Fortuner bensin, CRV turbo, Civic RS, Mazda 3, Cortez, Almaz RS, dan Omoda 5 akan terkena dampak.

REKOMENDASI: Membongkar Cetak Biru Smart Money: Cara Institusi dan Paus Kripto Menjebak Anda (Dan Cara Meniru Mereka)

Bahkan mobil hybrid seperti Ertiga, XL7 dan Xpander Cross juga tidak luput. Sistem kode QR di SPBU akan memblokir nozzle secara otomatis.

Aturan ini bertujuan untuk perekonomian negara, namun akan berdampak pada pengeluaran masyarakat.

Bacaan Lainnya


Mobil yang Terkena Dampak Larangan BBM Subsidi


Mobil seperti Toyota Avanza dan Veloz akan terkena dampak. Xpander juga termasuk dalam daftar mobil yang tidak bisa mendapatkan subsidi.

Deretan SUV seperti Terios dan BRV juga akan terpengaruh. Mobil seperti Stargazer dan HRV dengan mesin mendekati 1500 cc juga tidak bisa menggunakan Pertalite.

REKOMENDASI: Siapakah Dibalik Selamatnya Kiamat Minyak Dunia? Kekuatan Besar Apa di Belakangnya?

Mobil premium seperti Zenix, Fortuner bensin, dan CRV turbo juga akan diusir dari antrean pom bensin bersubsidi.

Sedan mewah seperti Civic RS dan Mazda 3 juga wajib menggunakan Pertamax. Mobil buatan Tiongkok seperti Cortez, Almaz RS, dan Omoda 5 juga masuk daftar hitam. Bahkan mobil hybrid seperti Ertiga, XL7, dan Xpander Cross juga tidak bisa mendapatkan subsidi.


Dampak pada Konsumen : Pengeluaran Bulanan Bertambah


Masyarakat akan terpaksa beralih dari BBM subsidi murah ke BBM beroktan tinggi yang lebih mahal. Hal ini akan berdampak pada pengeluaran bulanan masyarakat.

Intinya, kita terpaksa beralih dari BBM subsidi murah ke kenyataan BBM beroktan tinggi yang jelas lebih mahal. Aturan ini demi perekonomian negara. ***tokOB3

follow-on-google-news

Pos terkait