Pemadaman Listrik di Sumatra Bukan Mati Lampu Biasa
OBROLANBISNIS.com — Pada hari Jumat malam, 22 Mei 2026, sejumlah wilayah di Sumatra, termasuk Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, dan Jambi, mengalami pemadaman listrik berskala besar atau blackout.
Pemadaman ini bukan mati lampu biasa, melainkan pemadaman besar-besaran akibat gangguan serius pada sistem kelistrikan yang saling terhubung.
REKOMENDASI: 31 Tahun Telkomsel Melayani Indonesia : Semangat Melayani Sepenuh Hati
Gangguan diduga berasal dari jalur transmisi tegangan tinggi 275 kilovolt Muara Bungo Sungai Rumbai di Jambi.
Dampak pemadaman ini sangat luas, tidak hanya menyebabkan kegelapan tetapi juga mengganggu komunikasi, menghambat aktivitas ekonomi, dan menyebabkan kemacetan.
Pemulihan listrik dilakukan secara bertahap untuk menjaga kestabilan sistem. Peristiwa ini menunjukkan betapa bergantungnya masyarakat pada listrik dan jaringan komunikasi.
REKOMENDASI: Dunia Mulai Tinggalkan Amerika dan Mendekat ke China, Kemanakah Arah Politik Dunia RI?
Gangguan Diduga Berasal dari Jalur Transmisi Utama
PLN menduga gangguan terjadi pada jaringan transmisi tegangan tinggi 275 kilovolt Muara Bungo Sungai Rumbai di Jambi, yang merupakan bagian penting dari sistem interkoneksi listrik Sumatra.
Pemadaman listrik menyebabkan kegelapan, gangguan komunikasi, terhambatnya aktivitas ekonomi (mesin pembayaran elektronik, SPBU, lampu lalu lintas), dan kemacetan.
Pemulihan listrik tidak bisa dilakukan sekaligus karena sistem kelistrikan skala besar harus dipulihkan secara bertahap untuk mencegah gangguan susulan dan memastikan kestabilan jaringan.
REKOMENDASI: Jajanan Viral di Indonesia : Cek Harga Hingga Manfaat Kesehatannya
Pemadaman listrik ini menunjukkan betapa bergantungnya kehidupan masyarakat saat ini pada listrik dan jaringan komunikasi, karena dalam hitungan jam aktivitas, komunikasi, dan transaksi terganggu. ***tokOB3





















