Ekspor Satu Pintu Prabowo Dapat Dukungan Pengusaha, Apa Dampaknya bagi Indonesia?

Ekspor Satu Pintu Prabowo Dapat Dukungan Pengusaha, Apa Dampaknya bagi Indonesia?

OBROLANBISNIS.com — Kebijakan ekspor satu pintu yang digagas Presiden Prabowo Subianto ternyata mendapat respons positif dari kalangan dunia usaha.

Hal ini cukup menarik, karena banyak pihak sebelumnya memperkirakan para pelaku usaha akan menolak atau setidaknya memberikan resistensi terhadap perubahan besar dalam tata kelola ekspor nasional.

follow-on-google-news

Bacaan Lainnya

REKOMENDASI: Siap-siap Menghadapi Badai Tahun 2030!

Namun yang terjadi justru sebaliknya. Kalangan pengusaha menilai kebijakan ini berpotensi menjadi langkah penting untuk memperkuat tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) strategis Indonesia.

Menurut mereka, sistem yang lebih terintegrasi dapat menciptakan perdagangan yang lebih transparan, memperkuat pengawasan, serta membantu menjaga devisa hasil ekspor agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Salah satu dukungan datang dari Asosiasi Pengusaha Indonesia. Organisasi tersebut menilai bahwa kebijakan ekspor satu pintu dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan akuntabilitas dalam perdagangan internasional sekaligus menekan praktik under invoicing, yaitu pelaporan nilai ekspor yang lebih rendah dari nilai sebenarnya.

REKOMENDASI: Kemnaker dan Huawei Indonesia Perkuat Kemitraan Pengembangan SDM dan Program Magang

Jika praktik seperti ini dapat diminimalkan, negara berpotensi memperoleh data perdagangan yang lebih akurat dan penerimaan devisa yang lebih optimal.

Meski demikian, para pelaku usaha juga memberikan sejumlah catatan penting. Mereka berharap pemerintah dapat menyiapkan aturan transisi yang jelas, mekanisme penetapan harga yang transparan, serta prosedur ekspor yang tetap efisien.

Hal ini dinilai penting agar implementasi kebijakan tidak menimbulkan hambatan baru yang justru mengganggu kelancaran ekspor dan rantai pasok global.

REKOMENDASI: ADHYAKSAdigital Berkolaborasi dengan Forum Jurnalis Medan Sembelih 4 Hewan Kurban

Dunia usaha mengingatkan bahwa sistem yang baik bukan hanya harus kuat dalam pengawasan, tetapi juga tetap mampu menjaga daya saing Indonesia di pasar internasional.

Dukungan serupa juga datang dari kalangan industri pertambangan. Berbagai asosiasi pertambangan menyambut baik upaya pemerintah untuk memperbaiki tata kelola sektor mineral dan batu bara (Minerba).

Mereka melihat langkah ini sebagai bagian dari reformasi yang bertujuan meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya alam nasional.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, berbagai tanggapan positif dari asosiasi dan pelaku usaha tersebut akan disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo sebagai bentuk dukungan terhadap arah kebijakan yang sedang dibangun pemerintah.

REKOMENDASI: Keluar dari Kemiskinan dan Membangun Kekayaan Nyata

Menariknya, hampir seluruh asosiasi yang terlibat menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan Danantara Sumber Daya Indonesia dalam menjalankan sistem baru tersebut.

Situasi ini menunjukkan adanya kesamaan arah antara pemerintah dan dunia usaha. Ketika regulator dan pelaku industri memiliki tujuan yang sama, peluang keberhasilan kebijakan menjadi lebih besar.

Jika implementasinya berjalan sesuai rencana, Indonesia berpotensi memperoleh sejumlah manfaat strategis. Mulai dari pengamanan devisa hasil ekspor, peningkatan transparansi data perdagangan, pengawasan yang lebih efektif, hingga peningkatan penerimaan negara dari sektor sumber daya alam.

Pada akhirnya, keberhasilan kebijakan ekspor satu pintu tidak hanya akan diukur dari seberapa kuat pengawasannya, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan sistem yang transparan, efisien, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka panjang. ***tokOB3

follow-on-google-news

Pos terkait