Aksi Jual Emas Buat Harga ‘Si Kuning’ Terkoreksi

Isi Konten
  • Aksi Jual Emas Buat Harga ‘Si Kuning’ Terkoreksi
  • Level Penting yang Perlu Diperhatikan
  • Skenario pada Timeframe 4 Jam

follow-on-google-news

Aksi Jual Emas Buat Harga ‘Si Kuning’ Terkoreksi

 

OBROLANBISNIS.com — Pada penutupan pekan lalu, harga emas mengalami aksi jual setelah sebelumnya mencatat kenaikan selama tiga minggu berturut-turut. Tekanan jual terutama dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap sikap hawkish Federal Reserve atau The Fed dalam pidato di Jackson Hole.

Bacaan Lainnya

Sentimen tersebut semakin kuat setelah Kevin Warsh menegaskan bahwa inflasi masih menjadi salah satu prioritas utama dalam kebijakan moneter Amerika Serikat.

REKOMENDASI: LAN Medan : Evaluasi Total Birokrasi, Jangan Biarkan Narkoba Masuk!

Tekanan terhadap harga emas kemudian diperkuat oleh pemberitaan media besar yang mengangkat kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan FOMC mendatang. Kondisi tersebut tercermin dari perubahan ekspektasi pasar yang cukup signifikan.

Probabilitas kenaikan suku bunga bahkan menjadi skenario dengan peluang tertinggi dalam dua pertemuan FOMC mendatang. Tidak hanya itu, mulai muncul pula kemungkinan kenaikan suku bunga sebanyak dua kali hingga akhir tahun.

Dengan kondisi tersebut, penurunan harga emas dapat dipandang sebagai proses price-in terhadap potensi kenaikan suku bunga. Di saat yang sama, koreksi ini juga menjadi momentum untuk meredakan kondisi harga yang sebelumnya telah memasuki area overbought.

Jika melihat struktur teknikal, kenaikan sebelumnya telah menyelesaikan lima gelombang dalam skenario yang disusun pada pekan sebelumnya. Saat ini, harga mulai memasuki fase korektif menuju target pertama dari subwave korektif ABC, yang berada di area resistance become support atau RBS.

REKOMENDASI: Kejari Karawang Tahan Tersangka Korupsi Penyaluran Kredit KPR

Meski mengalami koreksi, tren besar emas masih berpotensi melanjutkan penguatan. Salah satu indikator yang mendukung pandangan tersebut adalah posisi harga yang masih berada di atas EMA 10 pada timeframe mingguan. Level ini dapat digunakan sebagai salah satu acuan untuk membaca arah tren jangka panjang.

Penguatan emas juga didukung oleh akumulasi yang kuat di sekitar level US$4.000. Area tersebut semakin terkonfirmasi sebagai zona permintaan nyata seiring meningkatnya akumulasi emas oleh bank sentral, dengan volume pembelian yang telah melampaui rata-rata 12 bulan terakhir.

Selain bank sentral, kepemilikan emas fisik melalui ETF juga menunjukkan peningkatan. Volume akumulasi kembali memperlihatkan pola yang serupa dengan periode sebelum reli pada kuartal IV tahun lalu dan awal tahun ini.

Aktivitas call option juga mengalami peningkatan sejak intervensi terhadap yen. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa hedge fund dan institusi mulai kembali agresif mengambil posisi bullish terhadap emas.

REKOMENDASI: Kajati Sumut : Penegakan Hukum Bukan Untuk Mengkriminalisasi !

Karena itu, koreksi yang terjadi saat ini akibat sentimen hawkish The Fed lebih terlihat sebagai tekanan berbasis fear dalam jangka pendek. Di sisi lain, para fund manager juga mulai mempertimbangkan adanya dinamika yang berbeda: meskipun The Fed cenderung hawkish karena persoalan inflasi, pemerintah Amerika Serikat justru memiliki kepentingan untuk menjaga agar yield obligasi tidak meningkat terlalu tinggi.

Ketidakpastian inilah yang masih menjadi salah satu bullish case bagi emas.

Level Penting yang Perlu Diperhatikan

Secara teknikal, area RBS sebelumnya dapat ditandai sebagai zona support utama untuk pekan depan. Sementara itu, terdapat key resistance yang perlu diperhatikan apabila harga kembali melanjutkan penguatan.

Pada timeframe harian, level US$4.300 menjadi area yang sangat krusial. Level ini merupakan zona pembalikan yang berpotensi menentukan perubahan momentum harga dan sekaligus berdekatan dengan MA200 harian sebagai dukungan dinamis.

REKOMENDASI: Jalur Pelayaran Selat Malaka Jadi Peluang Strategis Bagi Sumatera Utara

Dengan demikian, koreksi yang terjadi saat ini masih dapat dikategorikan sebagai pullback, terutama setelah harga sebelumnya berhasil menembus tren bearish pada timeframe harian.

Apabila struktur bullish tetap terjaga, target utama kenaikan masih berada di sekitar US$4.800, yang juga menjadi zona SBR atau support become resistance pada timeframe mingguan.

Menariknya, jika Fibonacci ditarik dari wave pertama, area US$4.300 juga bertepatan dengan retracement 50 persen. Artinya, level tersebut memiliki konfluensi teknikal yang cukup kuat.

Untuk skenario pekan depan, tekanan jual masih berpotensi berlanjut. Apabila pada pembukaan weekly harga mengalami kenaikan terlebih dahulu atau melakukan pullback dari area support pertama, kondisi tersebut tetap perlu diwaspadai karena dapat menjadi bagian dari proses koreksi menuju level US$4.300.

Selain faktor teknikal, perhatian pasar juga akan tertuju pada katalis fundamental, khususnya rilis data Non-Farm Payroll (NFP) Amerika Serikat. Namun, fokus utama The Fed tetap berada pada perkembangan inflasi yang akan dirilis menjelang pertemuan FOMC.

REKOMENDASI: Peringatan Bobby Nasution : Usaha Tak Berizin Tak Boleh Beroperasi

Skenario pada Timeframe 4 Jam

Pada timeframe 4 jam, area yang sama juga bertepatan dengan dynamic support MA200. Level ini selama ini dapat digunakan sebagai salah satu acuan untuk membaca momentum tren jangka menengah.

Jika mengacu pada trading plan pekan sebelumnya, tidak terdapat perubahan besar pada skenario utama.

Harga telah menyelesaikan subwave korektif yang membentuk Primary Wave A. Selanjutnya, kita mengantisipasi terjadinya pullback pada Wave B, sebelum koreksi kembali berlanjut membentuk Wave C.

Wave C tersebut berpotensi membawa harga menuju dua area support di bawahnya sebelum tren utama kembali melanjutkan penguatan.

REKOMENDASI: Pembangunan Sistem Transportasi Massal Kota Medan : Busway 21 Kilometer Ditargetkan Beroperasi pada 2027

Dengan demikian, meskipun emas saat ini sedang mengalami koreksi, struktur besarnya masih menunjukkan potensi bullish. Area US$4.300 menjadi level penting yang perlu diperhatikan sebagai zona support sekaligus penentu momentum.

Selama struktur bullish dan support dinamis masih bertahan, koreksi dapat dipandang sebagai bagian dari proses pullback, bukan sebagai sinyal perubahan tren utama.

Target kenaikan berikutnya tetap berada di sekitar US$4.800.Jika Anda ingin, saya juga bisa mengubahnya menjadi gaya naskah berita/voice-over YouTube yang lebih menarik, dengan pembukaan hook, transisi antarsegmen, dan bahasa yang lebih mudah dipahami penonton. ***tokOB3

follow-on-google-news

Pos terkait