Masa Depan Tenaga Kerja Manusia Ditentukan Teknologi Robot Humanoid

Tesla Milik Elon Musk Ganti Baju Menjadi Perusahaan AI dan Robotaxi
Isi Konten
  • Masa Depan Tenaga Kerja Manusia Ditentukan Teknologi Robot Humanoid
  • Biaya Tenaga Kerja Terus Meningkat
  • Robot Humanoid Berpotensi Pangkas Biaya Industri Global
  • Jumlah Robot Humanoid Bisa Lampaui Jumlah Manusia di Bumi

follow-on-google-news
Masa Depan Tenaga Kerja Manusia Ditentukan Teknologi Robot Humanoid

OBROLANBISNIS.com — Teknologi robot humanoid yang mampu menggantikan pekerjaan manusia mulai menunjukkan perkembangan pesat.

Startup robotika Apptronik, misalnya, berhasil meraih pendanaan jumbo senilai US$520 juta dengan valuasi lebih dari US$5 miliar, didukung oleh raksasa teknologi Alphabet melalui unit AI-nya, Google DeepMind.

REKOMENDASI: IRAN Kuasai Komoditas Pasar Rempah Termahal Dunia

Perkembangan ini memicu kekhawatiran terkait masa depan tenaga kerja manusia, terutama di sektor manufaktur dan logistik yang selama ini mengandalkan pekerjaan fisik.


Biaya Tenaga Kerja Terus Meningkat


Robot humanoid dirancang sebagai mesin serbaguna yang mampu bekerja di lingkungan industri nyata. Robot ini dapat melakukan berbagai tugas fisik yang berat, repetitif, dan berbahaya, jenis pekerjaan yang semakin sulit dipenuhi oleh tenaga kerja manusia.

Fenomena itu muncul di tengah perubahan demografi global. Negara-negara maju saat ini menghadapi penuaan populasi yang menyebabkan kekurangan tenaga kerja, sementara biaya tenaga kerja terus meningkat.

REKOMENDASI: Sumatera Utara Targetkan 100 Triliun Realisasi Investasi Hingga 2029


Robot Humanoid Berpotensi Pangkas Biaya Industri Global


Dengan kemampuan tersebut, robot humanoid dinilai tidak sekadar menjadi teknologi pelengkap, melainkan berpotensi memangkas struktur biaya industri global yang selama ini bergantung pada tenaga manusia.

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) juga menjadi faktor penting yang mempercepat kemajuan robot humanoid. Integrasi AI memungkinkan robot tidak hanya bergerak secara mekanis, tetapi juga memahami lingkungan dan menjalankan tugas secara mandiri.

Kemitraan antara Apptronik dan Google DeepMind disebut menjadi langkah penting untuk memperkuat kecerdasan robot tersebut.

REKOMENDASI: Anak Kampung Punya Peluang Jadi Pemimpin Indonesia

Sebab, robot tanpa kecerdasan hanyalah mesin mahal. Sementara robot dengan kecerdasan adalah tenaga kerja.

Saat ini, Apptronik dilaporkan tengah melakukan pembicaraan bisnis dengan sejumlah perusahaan global dengan nilai potensi kontrak mencapai lebih dari US$1,2 miliar.


Jumlah Robot Humanoid Bisa Lampaui Jumlah Manusia di Bumi


Tokoh teknologi dunia Elon Musk bahkan memperkirakan jumlah robot humanoid suatu saat bisa melampaui jumlah manusia di bumi.

REKOMENDASI: Pelanggan Telkomsel Asal Medan Bawa Pulang Mercedes Benz A200

Robot-robot ini disebut dapat menjadi kunci berbagai inovasi besar di masa depan, termasuk eksplorasi antarplanet.

Meski demikian, pengembangan robot humanoid masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal biaya produksi dan skala manufaktur. Industri ini diperkirakan akan membutuhkan waktu panjang sebelum benar-benar dapat menggantikan tenaga kerja manusia secara luas.

Namun jika teknologi ini berhasil dikembangkan secara massal, robot humanoid berpotensi mengubah cara manusia bekerja. ***

[cnbc/OB2]

follow-on-google-news

Pos terkait